Masih Berotot, Rupiah Menguat Tipis di Awal Selasa

Rupiah - www.era.idRupiah - www.era.id

JAKARTA – Meski terbatas, penguatan rupiah ternyata masih berlanjut ketika membuka Selasa (25/6) pagi. Menurut laporan Index, Garuda mengawali dengan menguat tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.144 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir naik 8 poin atau 0,06% di posisi Rp14.147 per AS pada Senin (24/6) kemarin.

Sementara itu, dari pasar , pergerakan indeks dolar AS terpantau sedikit melemah pada Selasa pagi. Mata uang Paman Sam terdepresiasi tipis 0,041 poin atau 0,04% ke level 95,939 pada pukul 08.24 WIB. Sebelumnya, indeks dolar AS sempat dibuka rebound 0,015 poin atau 0,02% ke posisi 95,995, setelah kemarin berakhir negatif.

“Rupiah diprediksi akan cenderung menguat di kisaran Rp14.127 hingga Rp14.190 per dolar AS. Ini lantaran dalam negeri yang diumumkan kemarin mencatatkan surplus,” ujar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Selain itu, penguatan rupiah juga disebabkan dolar AS yang mempertahankan penurunan seiring dengan kehati-hatian akibat prospek pembicaraan AS dan China di KTT G20 minggu ini.”

Hampir senada, ekonom Monex Investindo Futures, Andian, menilai bahwa rilis neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus sebesar 207,6 juta dolar AS sepanjang Mei kemarin memberikan sentimen positif bagi rupiah. Dilansir Kontan, menurutnya, membaiknya ini dapat membuat kepercayaan investor asing naik.

Namun, ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, menuturkan bahwa surplus neraca dagang kali ini belum cukup untuk memangkas current account deficit (CAD). Hal ini nantinya berpotensi menekan rupiah di kemudian hari. Untungnya, sentimen eksternal turut membantu pergerakan rupiah, seperti konflik geopolitik antara AS dan Iran yang kembali memanas sehingga memangkas dolar AS.

Pada perdagangan hari ini, Andian memprediksi rupiah masih akan bergerak menguat dengan kisaran Rp14.060 hingga Rp14.250 per dolar AS. Sebaliknya, Ahmad justru memproyeksikan bahwa mata uang domestik pada transaksi Selasa ini akan cenderung melemah dan bergerak di rentang Rp14.200 hingga Rp14.220 per dolar AS.

Loading...