Masih Berotot, Rupiah Dibuka Menguat 30 Poin di Awal Pekan

Rupiah - finrollnews.comRupiah - finrollnews.com

Rupiah ternyata masih memiliki tenaga di awal perdagangan Senin (28/5) ini. Menurut paparan Bloomberg Index, mata uang Garuda membuka awal pekan dengan menguat 30 poin atau 0,21% ke level Rp14.095 pe . Sebelumnya, spot sudah ditutup naik tipis 8 poin atau 0,06% di posisi Rp14.125 per pada akhir pekan (25/5) kemarin.

Sebaliknya, dari pasar global, seperti dikutip dari Bisnis, indeks dolar bergerak melemah pada Senin pagi WIB, ketika mengamati peluang pertemuan Presiden AS, , dengan pemimpin Utara, Kim Jong-un, dalam KTT pada tanggal 12 Juni mendatang. Mata uang Paman Sam turun 0,149 poin atau 0,16% ke level 94,104 pada pukul 06.38 WIB.

Sebelumnya, Trump sempat melayangkan surat kepada Kim Jong-un yang mengisyaratkan batalnya KTT AS-Korea Utara. Namun, kabar terbaru mengatakan bahwa para pejabat AS dan Korea Utara telah bertemu di Panmunjom, sebuah desa di Demilitared Zone (DMZ) di sepanjang perbatasan bersenjata antara Korea Utara dan Korea Selatan untuk melakukan persiapan KTT di Singapura.

“Rupiah menguat karena indeks dolar AS bergerak menurun seiring dengan munculnya ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada tahun ini,” tutur ekonom Samuel Sekuritas , Ahmad Mikail, seperti dikutip Kontan. “Pada pekan ini, mata uang Garuda bisa bergerak stabil karena didukung berlangsungnya lelang Surat Berharga Syariah (SBSN) yang diproyeksikan ramai.”

Hampir senada, analis pasar uang, Reny Eka Putri, bilang bahwa sentimen negatif yang menekan rupiah semakin berkurang. Terlebih, pun tidak berhenti untuk terus melakukan intervensi serta mengeluarkan kebijakan baru yang bisa membantu penguatan rupiah. Di sisi lain, hasil notulensi ternyata tidak membicarakan mengenai kenaikan suku bunga.

“Sepanjang pekan ini, rupiah masih berpeluang bergerak menguat, namun cukup terbatas mengingat banyaknya hari libur nasional,” ujar Reny. “Pada minggu ini, mata uang Garuda kemungkinan bakal bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.130 per dolar AS.”

Loading...