Masih Banyak Dicari, Buku Api Sejarah Dijual Harga Rp 100 Ribuan

Harga Buku Api Sejarah

Untuk mengetahui bangsa bisa dilakukan dengan banyak hal, mulai dari bertanya langsung ke saksi-saksi sejarah yang masih hidup hingga membaca -buku sejarah Indonesia yang kini sudah banyak beredar di buku seperti buku Api Sejarah. Buku yang diklaim laris terdiri dari 2 jilid dan banyak di Gramedia dan buku lainnya dengan bervariasi.

Buku karya Ahmad Mansur Suryanegara jilid 1 dijual dengan harga Rp 106.250 di Gramedia, sedangkan untuk jilid 2-nya dibanderol sedikit lebih dengan harga Rp 121.125. Buku best seller terbitan penerbit Salamadani Pustaka Semesta ini berisi tentang seluruh fakta tentang perjuangan kalangan ulama dan santri dalam menegakkan Republik Indonesia.

Buku Api Sejarah bahkan kabarnya sempat dinyatakan hilang dan terancam batal terbit lantaran naskahnya telah dicuri oleh orang tak bertanggungjawab ketika seminar Api Sejarah di Gedung Juang 45. Lewat buku ini pula sang penulis, Ahmad Mansur Suryanegara memaparkan secara rinci upaya deislamisasi penulisan sejarah Indonesia yang konon telah berlangsung sejak lama.

Ahmad Mansur juga sempat menerbitkan buku Api Sejarah edisi revisi yang menceritakan secara lebih lengkap peran ulama dan santri bersama pemerintah dan TNI dalam menumpas kudeta PKI, membubarkan RIS, dan menegakkan NKRI 17 Agustus 1950 silam.

Meski mengusung topik tentang sejarah, menurut para pembacanya ternyata buku Api Sejarah mengusung bahasa yang mudah dimengerti. Sehingga saat membaca sejarah, pembaca diharapkan tak hanya terhenti pada aktivitas membaca saja, namun juga dapat mengambil di dalamnya.

Hingga kini penulis buku Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara masih aktif menjadi pembicara dalam sejumlah seminar berskala besar seperti seminar internasional bertajuk Kembali ke Jati Diri Bangsa, Merajut Nusantara, untuk Perdamaian Dunia yang digelar pada hari ini, Minggu (24/9) di Kota Bandung.

“Salah satu narasumber ini kan ada penulis buku ‘Api Sejarah’, beliau akan meluruskan pemahaman mengenai sejarah Indonesia yang selama ini banyak yang keliru,” kata Bidang Hukum Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia, Mulyono, seperti dilansir Detik.

Loading...