Masa Berlaku Diperpanjang, Ini Biaya Perpanjangan Visa Kunjungan

Biaya, perpanjangan, visa, kunjungan, visa on arrival, turis, Indonesia, asing, izin, tinggal, pemegang, perjalanan, masa, berlaku, jangka, aturan, pemerintah, diaspora, beleid, Ditjen, imigrasi, pasal, revisi, peraturan, presiden, luar negeri, WNI, sanksi, hukum, denda, tujuan, liburanIlustrasi: dokumen visa dan paspor (sumber: bizlatinhub.com)

adalah salah satu perizinan penting yang dibutuhkan orang ketika memasuki suatu negara dalam rangka melaksanakan kegiatan tertentu. Karena apabila ada orang yang memasuki suatu negara tanpa , kemungkinan orang asing tersebut akan diberikan EPO atau bahasa kasarnya ‘surat pengusiran’. Semacam lembaran yang menyatakan orang asing tersebut harus keluar dari Indonesia setelah diberikan sanksi hukum berupa denda atau ditahan. Kecuali untuk beberapa negara yang sudah bekerjasama bebas- seperti ASEAN, beberapa negara di Amerika, Afrika, dan Asia Timur.

Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan telah membebaskan visa bagi turis asing di 169 negara yang hendak berkunjung ke Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya hingga hari ini, masih banyak turis asing yang tetap membayar seperti dalam kebijakan visa on arrival dengan sebesar 35 dollar AS atau sekitar Rp500 ribuan. Sementara untuk visa kunjungan atau visa on arrival adalah sebesar Rp360 ribuan.

Kepala Kantor Bandara Soekarno-Hatta Alif Suaidi menjelaskan, para turis asing tidak lagi perlu membayar biaya visa jika tujuannya hanya untuk liburan di Indonesia. Bila memilih bebas visa kunjungan, ada batas waktu maksimal di Indonesia selama 30 hari dan tidak dapat diperpanjang.

“Bebas visa kunjungan ini enggak bisa diperpanjang karena logikanya kalau liburan itu enggak mungkin lebih dari sebulan. Kalau ke sini buat ngisi seminar atau urusan bisnis, audit perusahaan, kenanya tetap visa on arrival. Jadi, tetap ada dua, bebas visa kunjungan dan visa on arrival,” kata Alif kepada Kompas.com.

Turis asing yang memilih visa on arrival bisa memperpanjang setelah masa berlaku visanya habis dalam 30 hari pertama. Adapun tujuan dari kebijakan bebas visa kunjungan adalah untuk menarik minat turis lebih banyak lagi sehingga dapat mendongkrak penerimaan negara dari sektor pariwisata.

Berdasarkan arahan mantan Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Alif mengaku akan lebih gencar mensosialisasikan kebijakan bebas visa kunjungan. Namun, muncul pertanyaan, bagaimana membedakan turis asing yang benar-benar ingin liburan atau mereka yang punya tujuan lain di luar tujuan wisata?

“Kalau kita enggak yakin (dengan tujuan kedatangan turis asing), kita bisa tanya. Booking hotelnya mana, random saja, nanti petugas di lapangan ada mekanismenya sendiri,” tutur Alif.

Dalam Peraturan Presiden tahun 2016 lalu, pemerintah memperpanjang masa berlaku visa kunjungan untuk beberapa kali perjalanan. Dalam beleid sebelumnya, masa berlaku visa kunjungan sama seperti visa dan visa dinas untuk beberapa kali perjalanan, yakni selama 12 bulan terhitung sejak tanggal diterbitkan.

Dalam aturan baru ini, pemerintah memperpanjang hingga lima tahun. “Visa kunjungan untuk beberapa kali perjalanan berlaku selama lima tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan,” begitu bunyi pasal 111 ayat 2 beleid yang diundangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yassona Laoly, seperti dikutip KONTAN.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Heru Santoso Ananta Yudha menjelaskan, usul revisi beleid ini bukan berasal dari Ditjen Imigrasi.

Menurutnya, latar belakang revisi beleid ini berangkat dari para diaspora atau mantan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri. “Perpanjangan ini aspirasi dari diaspora, untuk memberikan kemudahan bagi eks WNI yang berkunjung ke Indonesia,” ungkapnya, kepada KONTAN kemarin.

Dalam beleid baru ini, pemerintah juga menambah beberapa poin aturan tentang perpanjangan izin tinggal kunjungan bagi pemegang visa kunjungan. Di aturan sebelumnya, masa berlaku izin tinggal kunjungan bagi orang asing pemegang visa kunjungan satu kali perjalanan hanya diberikan maksimal selama 60 hari sejak tanggal diberikan tanda masuk, tanpa keterangan perpanjangan.

Kini izin tinggal untuk satu kali perjalanan ini bisa diperpanjang selama empat kali dengan jangka waktu perpanjangan maksimal 30 hari. Sedangkan, izin tinggal bagi kunjungan untuk beberapa kali perjalanan tidak dapat diperpanjang.

Khusus bagi diaspora, pemerintah memberikan kelonggaran dengan mengecualikan aturan izin tinggal kunjungan beberapa kali perjalanan. Lewat aturan ini, pemerintah memberikan kesempatan bagi para diaspora untuk memperpanjang izin tinggal kunjungannya di Indonesia maksimal dua kali dengan jangka waktu setiap perpanjangan maksimal 60 hari.

Loading...