Maret Kembali Inflasi, Rupiah Berakhir Stagnan Jelang Paskah

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – Setelah terus tertekan, rupiah akhirnya menutup Kamis (1/4) di posisi yang sama seperti sebelumnya, ketika ekonomi terbaru menunjukkan bahwa sepanjang Maret 2021 kemarin, Indonesia kembali . Menurut paparan Index pada pukul 14.57 WIB, Garuda ditutup di level Rp14.525 per AS.

Pagi tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang Maret 2021 terjadi inflasi sebesar 0,08% dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan secara year-on-year, terjadi inflasi sebesar 1,37%. Angka ini persis dengan proyeksi Bank Indonesia sesuai dengan Survei Pemantauan (SPH) pekan IV. Sementara itu, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi bulanan sebesar 0,145%.

“Inflasi ini kalau kita lihat menurut pengeluaran diakibatkan oleh makanan, , dan tembakau menyumbangkan andil sebesar 0,1%. Sementara, untuk transportasi dan perawatan pribadi, menahan inflasi dengan memberikan andil minus 0,03%,” papar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan BPS, Setianto. “Dari 90 kota yang dipantau BPS, 58 kota mengalami inflasi, sedangkan 33 kota mengalami deflasi.”

Sayangnya, data dalam negeri belum mampu mengatrol nilai tukar rupiah ke zona positif lantaran masih bertahan di dekat level tertinggi multi-bulan terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis, saat investor bertaruh stimulus fiskal dan vaksinasi agresif akan membantu AS tumbuh lebih cepat daripada ekonomi lain. Mata uang Paman Sam terpantau cuma melemah tipis 0,002 poin ke level 93,230 pada pukul 11.06 WIB.

“Kenaikan imbal hasil obligasi AS di tengah harapan peluncuran vaksin dan stimulus fiskal meningkatkan greenback, karena dolar AS terhadap yen dikenal sangat sensitif terhadap perbedaan suku bunga,” kata kepala strategi FX di Nomura Securities, Yujiro Goto, dilansir dari Reuters. “Penjualan yen karena investasi langsung perusahaan asing Jepang kembali terjadi setelah perlambatan akibat pandemi tahun lalu.”

Sementara perdagangan mata uang diperkirakan akan melambat menjelang liburan Paskah di banyak belahan dunia, dolar AS dapat menguat lebih lanjut jika indikator ekonomi utama AS yang akan datang dilaporkan naik. Para ekonom memperkirakan data nonfarm payrolls yang dirilis Jumat (2/4) akan menunjukkan kenaikan sekitar 650.000 sepanjang Maret 2021. Sebelumnya, Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan penggajian swasta AS meningkat 517.000 pekerjaan pada bulan lalu.

Loading...