PMI Manufaktur Indonesia Naik, Rupiah Berakhir Positif

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – mampu menjaga posisi di teritori hijau pada perdagangan Rabu (2/11) sore ketika terbaru menunjukkan bahwa aktivitas perlahan mulai bangkit di tengah pandemi Covid-19. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.125 per AS.

Data terbaru menunjukkan bahwa Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan November 2020 tercatat menembus level 50,6 atau naik hampir tiga poin dibandingkan bulan Oktober yang berada di angka 47,8. Sesuai survei yang dirilis IHS Markit tersebut, PMI yang berada di atas angka 50 menandakan sektor manufaktur dalam tahap ekspansif.

Sementara itu, data yang diterbitkan Indonesia pukul 10.00 WIB tadi menetapkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.164 per dolar AS, menguat 14 poin atau 0,1% dari sebelumnya di level Rp14.178 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang mampu mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,25% dialami won Korea Selatan.

Dilansir dari CNBC Indonesia, penguatan mata uang Benua Kuning lantaran investor belum mau memburu dolar AS karena menanti di Washington mengenai pembicaraan stimulus fiskal. Keputusan stimulus bantuan virus corona ini harus cepat karena tenggat waktu pengesahan anggaran tahun fiskal 2021 adalah tanggal 11 Desember 2020. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,108 poin atau 0,12% ke level 91,205 pada pukul 14.59 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi, mengadakan pembicaraan tentang stimulus untuk pertama kalinya sejak pemilihan, sedangkan sekelompok senator bipartisan dan anggota DPR mengusulkan langkah-langkah bantuan virus corona senilai 908 miliar dolar AS. Pelosi mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan bahwa Mnuchin akan meninjau proposal bantuan virus corona.

“Pasar mata uang skeptis apakah proposal ini dapat disetujui dengan cepat, karena harapan sudah hancur ketika paket stimulus tidak membuahkan hasil sebelum pemilihan presiden,” kata kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Pedagang sangat memperhatikan petunjuk yang meyakinkan bahwa kesepakatan benar-benar tercapai.”

Loading...