Manufaktur Indonesia Naik Level, Rupiah Dibuka Menguat

Data terbaru yang melaporkan bahwa Indonesia mengalami peningkatan peringkat dalam memberi sentimen bagi pergerakan rupiah. Seperti dilaporkan Index, spot membuka hari ini (13/6) dengan menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.303 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.37 WIB, mata uang Garuda kembali 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.297 per dolar AS.

Senin (12/6) kemarin, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato, mengatakan bahwa industri manufaktur Indonesia naik level ke peringkat sembilan dunia pada tahun 2017. Meski belum menerima berkas statistik secara resmi, namun Airlangga menambahkan bahwa kenaikan tingkat tersebut salah satunya disebabkan oleh jumlah industri manufaktur dalam negeri yang semakin bertambah.

“Data tersebut dihitung dari manufacturing value added dan jumlahnya meningkat. Posisi Indonesia sama dengan Inggris. Kami sekarang masih meminta detail softcopy dari laporan tersebut,” jelas Airlangga. “Namun, seluruh pihak tetap harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.”

Meski demikian, potensi pelemahan rupiah juga tetap harus diwaspadai, terutama menjelang pertemuan Federal Reserve pada tengah pekan ini. Di samping itu, pelaku pasar juga tampaknya memberikan respons negatif tentang perkiraan yang memprediksi akan adanya kenaikan inflasi di tahun 2017 yang mencapai 4,36% karena tekanan yang diatur oleh pemerintah.

“Pergerakan rupiah diperkirakan akan kembali fluktuatif jika tidak adanya perlawanan untuk mengangkat mata uang Garuda,” tulis riset Binaartha Securities. “Rupiah pada perdagangan hari ini kemungkinan bergerak pada level support Rp13.320 per dolar AS dan resistance Rp13.285 per dolar AS.”

Pada perdagangan awal pekan kemarin, mata uang domestik harus ditutup melemah ketika laju the greenback tertekan jelang rapat The Fed. Rupiah mengakhiri transaksi dengan pelemahan sebesar 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.308 per dolar AS, setelah bergerak di rentang Rp13.286 hingga Rp13.317 per dolar AS.

Loading...