Manufaktur AS Loyo, Rupiah Lanjut Menguat di Akhir Senin

Rupiah mampu mempertahankan posisi di zona hijau pada perdagangan Senin (18/3) soreRupiah mampu mempertahankan posisi di zona hijau pada perdagangan Senin (18/3) sore - www.bentengsumbar.com

JAKARTA – Rupiah mampu mempertahankan posisi di zona hijau pada Senin (18/3) sore, menyusul pelemahan greenback akibat data yang mengalami penurunan dua bulan beruntun. Menurut catatan Index pada pukul 15.55 WIB, Garuda menguat 21 poin atau 0,15% ke level Rp14.239 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.242 per , menguat 68 poin atau 0,47% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.310 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,37% menghampiri rupee India.

Dari global, indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah pada hari Senin, karena data manufaktur terbaru yang tidak menggembirakan meningkatkan proyeksi bahwa Federal Reserve akan memangkas pada akhir tahun ini. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,107 poin atau 0,11% menuju level 96,488 pada pukul 13.06 WIB.

Diberitakan Reuters, data AS pada hari Jumat (15/3) waktu setempat, yang lebih lemah dari perkiraan, menguatkan ekspektasi bahwa akan melakukan sikap dovish pada pertemuan minggu ini, mengirim imbal hasil obligasi AS ke posisi terendah 10 minggu. Output manufaktur AS dilaporkan turun 0,4% pada bulan Februari 2019, melemah dua bulan beruntun, sedangkan aktivitas pabrik di New York lebih lemah dari yang diperkirakan, dengan pembacaan indeks 3,7.

“Imbal hasil obligasi 10 tahun ditutup di bawah 2,6%, untuk kedua kalinya tahun ini setelah ditutup di bawah level itu hanya pada satu hari di awal tahun,” kata kepala strategi di SMBC Nikko Securities, Chotarto Morita. “Jika tetap di bawah level itu secara berkelanjutan, ini akan menjadi yang pertama sejak Januari 2018, ketika imbal hasil mulai naik karena ekspektasi percepatan pertumbuhan dan inflasi menyusul pemotongan pajak. Obligasi AS turun kembali karena sentimen ekonomi AS sedang mereda.”

Pada Selasa (16/3) dan Rabu (17/3) waktu setempat, Federal Reserve akan kembali menggelar rapat kebijakan mereka. Pasar menunggu sinyal apakah bank sentral AS tersebut tetap akan menaikkan suku bunga tahun ini atau memperpanjang periode suku bunga rendah. Pelaku pasar sendiri memperkirakan The Fed belum akan menaikkan suku bunga hingga Juni.

Loading...