Semakin Mantul, Rupiah Berakhir Menguat 0,48%

Kurs Rupiah - www.viva.co.idKurs Rupiah - www.viva.co.id

JAKARTA – leluasa nangkring di zona hijau pada Kamis (23/7) sore, ketika berjuang merangkak naik di tengah ketegangan antara AS dan China yang dikabarkan semakin mendidih. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup menguat tajam 70 poin atau 0,48% ke level Rp14.580 per dolar AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pagi tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.669 per dolar AS, melemah 14 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.655 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang bergerak variatif, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,31% dialami rupiah dan penurunan terdalam sebesar 0,33% menghampiri won Korea Selatan.

Won menjadi mata uang Benua Kuning yang mengalami pelemahan paling tajam setelah ekonomi Korea Selatan jatuh ke dalam resesi pada kuartal II tahun ini. Ekspor mengalami penurunan tajam selama dua dekade imbas pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus corona, yang berujung pada lumpuhnya aktivitas pabrik.

Bank of Korea mengatakan, ekonomi Korsel menyusut -3,3%, kontraksi paling tajam sejak kuartal pertama 1998. Angka itu juga lebih dalam dari perkiraan jajak pendapat yang digelar Reuters di angka -2,3%. Ekspor, yang menyumbang hampir 40% dari ekonomi Korsel, adalah hambatan terbesar dari penyusutan ekonomi ini. Ekspor tercatat turun 16,6% dan menjadi yang terburuk sejak 1963.

“Sementara pengeluaran harus secara bertahap pulih, ancaman dari virus tidak mungkin memudar sepenuhnya dan pembatasan jarak sosial mungkin harus tetap dilakukan,” kata Ekonom Capital Economics Asia, Alex Holmes, dilansir Detik. “Sementara itu, permintaan global hanya akan pulih perlahan yang akan membebani pemulihan ekspor.”

Dari global, indeks dolar AS masih belum sepenuhnya terbebas dari posisi terendah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Kamis, namun mempertahankan kenaikan terhadap yuan, karena ketegangan AS-China meningkatkan sedikit kehati-hatian investor. Mata uang Paman Sam terpantau terdepresiasi 0,079 poin atau 0,08% ke level 94,909 pada pukul 14.23 WIB.

Dilansir Reuters, Hubungan AS dan China memburuk tajam tahun ini karena berbagai masalah, mulai dari coronavirus dan pembuat peralatan telekomunikasi Huawei, hingga klaim teritorial Laut China Selatan. Departemen AS mengatakan konsulat Tiongkok di Houston ditutup ‘untuk melindungi kekayaan intelektual dan informasi pribadi AS. China lantas mempertimbangkan untuk menutup konsulat AS di Wuhan sebagai balasan.

Loading...