Manfaatkan Pelemahan Dolar, Rupiah Rebound di Senin Sore

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

Rupiah ternyata mampu membalikkan posisi ke zona hijau pada Senin (11/6) sore, ketika indeks dolar bergerak lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Menurut dari The Wall Street Journal, mata uang Garuda terpantau menguat 17 poin atau 0,12% ke level 13.930 per dolar AS pada pukul 15.51 WIB, setelah sebelumnya berakhir di posisi Rp13.947 per dolar AS.

Seperti diketahui, sedang libur panjang terkait perayaan . Namun, menurut beberapa pengamat, rupiah berpotensi bergerak lebih tinggi selepas libur mendatang, mengingat sejumlah data yang akan dirilis. Pada tanggal 25 Juni mendatang, Badan Pusat Statistik () akan mengumumkan neraca perdagangan Indonesia yang kemungkinan surplus, disusul Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tanggal 27-28 Juni 2018.

Sementara dari pasar global, indeks dolar AS terpantau bergerak melemah terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, ketika perhatian investor tengah tertuju pada pertemuan G7, KTT AS-Korea Utara, dan kemungkinan kenaikan suku bunga . Mata uang Paman Sam terpantau turun versus euro, yen Jepang, pound sterling, dan franc Swiss, namun menguat versus dolar Kanada.

Dilansir dari Reuters, dolar Kanda turun moderat pada hari Senin, setelah AS, Donald Trump, mengganggu upaya G7 untuk menunjukkan front persatuan dan mengecam pemimpin Kanada sebagai ‘sangat tidak jujur’, meski reaksi pasar relatif tenang. Di sisi lain, euro naik tipis karena investor optimistis pertemuan Euro Central Bank (ECB) pada Kamis (14/6) waktu setempat akan mengakhiri pembelian dan mengangkat suku bunga negatif.

Tetapi, sebelum rapat ECB, meeting yang berlangsung sehari sebelumnya diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya pada tahun ini. Fokus pasar akan tertuju pada proyeksi The Fed di jalur kenaikan suku bunga lebih lanjut. “Saya menduga ada empat kali kenaikan suku bunga tahun ini. Tetapi, jika The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat di 2019, itu akan mengguncang pasar,” tutur ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ayako Sera.

Loading...