Manfaatkan Pelemahan Dolar, Rupiah Menguat di Rabu Sore

Rupiah - www.lintasgayo.comRupiah - www.lintasgayo.com

berhasil memanfaatkan pelemahan tipis yang dialami indeks AS, imbas pembicaraan ulang mengenai NAFTA, untuk terus bergerak menguat pada perdagangan Rabu (12/9) sore. Menurut paparan Index pukul 15.54 WIB, Garuda terpantau menguat 24 poin atau 0,16% ke level Rp14.833 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.863 per dolar AS, terdepresiasi 28 poin atau 0,19% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.835 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,25% menghampiri won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih rendah pada hari Rabu, menyusul kabar yang menyebutkan bahwa Kanada siap untuk membuat konsesi ke AS guna menyelesaikan pembicaraan ulang mereka mengenai NAFTA. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,188 poin atau 0,06% ke level 95,188 pada pukul 11.03 WIB.

Dilansir Reuters, greenback diperdagangkan sedikit lebih rendah setelah dua sumber di Kanada mengatakan bahwa Ottawa siap menawarkan akses terbatas AS ke pasar susu Kanada sebagai konsesi dalam negosiasi ulang NAFTA. susu yang dilindungi Kanada adalah titik yang mencuat dalam pembicaraan NAFTA antara kedua negara.

Namun, pelemahan yang dialami dolar AS relatif terbatas karena investor masih dibayangi kecemasan mengenai sengketa perdagangan antara Negeri Paman Sam dan Negeri Panda. dikabarkan akan meminta World Trade Organization (WTO) untuk memberlakukan sanksi terhadap AS karena ketidakpatuhan Washington terhadap putusan dalam sengketa atas bea dumping AS.

“Anda tidak dapat menyangkal bahwa pasar negara berkembang telah jatuh dan telah membebani sentimen, dan itu mungkin telah mendorong banyak aliran ke AS dan greenback,” tutur manajer cabang Tokyo di State Street Bank, Bart Wakabayashi. “Semua gejolak pasar yang muncul di atas semua ketidakpastian perdagangan ini telah benar-benar mendorong investor ke dalam dolar AS dan yen dalam batas tertentu.”

Loading...