Manfaatkan Pelemahan Dolar, Rupiah Menguat di Awal Pekan

Meski sentimen kenaikan kian berembus kencang, namun diprediksi masih berpeluang memanfaatkan pelemahan dolar . Seperti diwartakan Index, Garuda mengawali perdagangan hari ini (6/3) dengan menguat 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.366 per dolar AS.

“Secara tren, rupiah memang masih memiliki peluang melemah seiring dengan sikap pelaku pasar yang cenderung memburu dolar AS,” jelas Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada.”Namun, diharapkan sentimen The Fed dapat berangsur berkurang seiring sikap kehati-hatiannya dalam mengambil keputusan, terutama penilaiannya terhadap .”

Sebelumnya, dalam pidatonya di Chicago pada akhir pekan lalu, Gubernur The Fed, Janet Yellen, memperkuat sinyal kenaikan suku bunga dengan mengatakan kenaikan FFR target secara bertahap sudah bisa dilakukan, terutama bila data ekonomi AS menunjukkan kondisi sesuai harapan otoritas AS. Kini, The Fed tinggal menunggu data non-farm payroll yang akan diumumkan Jumat (10/3) mendatang.

Sekadar informasi, banyak pengamat menilai kenaikan suku bunga AS di Maret sudah hampir pasti. Analis Goldman Sachs, Jan Hatzius, dalam risetnya menyatakan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga AS di rapat FOMC bulan Maret kini mencapai 95%. Kondisi tersebut tentunya bakal menguntungkan pergerakan indeks dolar AS.

“Pelaku pasar juga cenderung memburu dolar AS, selain masih minimnya sentimen yang signifikan yang dapat berpengaruh pada kenaikan laju rupiah,” sambung Reza. “Rupiah pada hari ini kemungkinan bergulir di kisaran Rp13.407 hingga Rp13.350 per dolar AS. Tetap cermati sentimen yang ada yang dapat berpengaruh pada pergerakan rupiah.”

Sementara itu, Analis Cerdas Berjangka Indonesia, Suluh Adil Wicaksono, menambahkan bahwa meski indikasi kenaikan suku bunga AS menguat, pengamat menilai rupiah masih akan bergerak dalam kisaran terbatas. Pasalnya, secara fundamental, ekonomi Indonesia masih sehat sehingga bisa menjadi daya tahan. “Rupiah akan bergerak menguat di kisaran Rp13.300 hingga Rp13.395 per dolar AS,” kata Suluh.

Loading...