Manfaatkan Pelemahan Dolar AS, Rupiah Melenggang Bebas di Pembukaan

Jakarta mengawali pagi hari ini, Jumat (24/2), dengan penguatan sebesar 0,12 persen atau 16 poin ke level Rp 13.335 per AS. Sebelumnya, rupiah berakhir menguat 17 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp 13.351 per AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.338 hingga Rp 13.365 per AS.

Menurut Samuel Sekuritas Indonesia, rupiah kemungkinan akan berpotensi untuk menguat dalam perdagangan hari ini, Jumat (24/2) karena memanfaatkan momen melemahnya dolar AS di spot exchange pasca dirilisnya notulensi meeting.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengungkapkan bahwa indeks dolar AS terus anjlok seiring dengan penurunan yield US Treasury sampai dini hari tadi. Pelemahan dolar AS tersebut disebabkan oleh penantian pasar yang terlalu lama terhadap kebijakan Donald Trump dan akhirnya terus menyebabkan kredibilitas menurun. Di samping itu mulai kondusifnya Uni Eropa juga ikut mempengaruhi gerak dolar AS.

Tonny Mariano, Analis Esandar Arthamas Berjangka berpendapat, “Sebenarnya tak banyak sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Tapi rupiah bisa menguat tipis karena notulen rapat FOMC menunjukkan para petinggi bank sentral AS masih belum bisa memastikan kapan acuan akan dinaikkan.”

“Bahkan dalam pertemuan tersebut, pejabat malah menunjukkan sikap berhati-hati dalam mengambil keputusan. FOMC tidak menunjukkan adanya indikasi kuat akan menaikkan suku bunga di bulan Maret,” imbuh Tonny.

Saat ini setelah hasil rapat The Fed, para pelaku pasar sedang menanti data serapan tenaga kerja AS pada akhir pekan depan. Menurut Rangga Cipta, data tenaga kerja AS tersebut merupakan faktor penting berikutnya sebelum pertemuan Maret 2017 mendatang. “Rupiah diperkirakan masih diuntungkan oleh pelemahan dolar di pasar ,” tandas Rangga Cipta.

Loading...