Manfaat Beragam, Berapa Harga Biang Cuka?

Biang Cuka - www.tokopedia.comBiang Cuka - www.tokopedia.com

JAKARTA – Selain sebagai bahan untuk membuat acar mentimun, cuka ternyata juga memiliki beragam untuk berbagai kebutuhan. Disebut sebagai biang cuka, bahan ini diklaim dapat digunakan sebagai aditif , pengatur keasaman, pelunak air, bahkan untuk ayam dan penghancur . Di pasaran sendiri, biang cuka biasanya per liter atau per kg dengan bervariasi.

Jika Anda menelusuri berbagai jual beli , Anda dapat menemukan banyak pedagang yang menawarkan biang cuka. Salah satu penjual memasarkan biang cuka dengan harga sekitar Rp60 ribuan per liter, sedangkan penjual yang lain menjualnya dengan harga Rp40 ribuan per kg. Ada juga yang menawarkan bibit biang cuka dengan harga Rp33 ribuan per kg.

Biang cuka sendiri memiliki beragam manfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Biang cuka yang disuling dikatakan sangat baik untuk membersihkan dan mencuci pakaian. Namun, untuk tujuan kesehatan, Anda disarankan menghindari cuka yang ‘bersih dan berkilau’ yang sering dipajang di rak toko. Sebaliknya, Anda sebaiknya mencari cuka organik yang tidak diproses dan tidak disaring keruh karena diklaim menunjukkan kualitas terbaik.

Selain itu, biang cuka juga dikatakan dapat menjadi obat alternatif untuk pengobatan ayam, terutama ternak yang ngorok dan berak darah. Cuka bisa berfungsi sebagai obat alternatif karena cairan ini memiliki sifat antiseptik. Dosis pemberian biang cuka untuk masalah kesehatan ayam adalah 0,25cc per liter air sampai 0,5cc per liter air, selama tiga hari berturut-turut.

“Biang cuka adalah larutan pekat dari cuka yang telah bercampur dengan zat-zat lain, yang dapat digunakan untuk menghancurkan beton,” tulis UD Jaya Kimia. “Untuk penentuan asam cuka, tidak dapat di-titrasi langsung, tetapi harus diencerkan terlebih dahulu sampai konsentrasi cuka cukup rendah. Titrasi ini dilakukan dengan natrium hidroksida standar.”

Meski punya manfaat beragam, namun harus hati-hati ketika melakukan aplikasi biang cuka. Pasalnya, cairan ini bersifat korosif terhadap kulit dan dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan mata permanen, serta iritasi pada membran mukosa. Untuk meminimalkan risiko, disarankan menggunakan sarung tangan berbahan karet nitril, bukan sarung tangan lateks.

Loading...