Mampu Cetak 30 Bahan, Mesin Digital Printing Indoor Roland Dijual Harga Rp 200 Jutaan

Digital Printing Indoor - komododigitalprinting.wordpress.comDigital Printing Indoor - komododigitalprinting.wordpress.com

Era digital tampaknya mulai merambah ke berbagai sektor industri, termasuk industri percetakan. cetak digital kini pun mulai meningkat seiring tingginya konsumen yang menginginkan hasil pencetakan berkualitas, baik pencetakan indoor maupun outdoor. Sejumlah industri percetakan pun rela mengeluarkan yang tidak murah untuk membeli digital printing. Maklum saja, digital printing indoor maupun outdoor memang relatif mahal.

Sebagai perbandingan, mesin digital printing indoor Roland RF640 DX7 dijual dengan harga mencapai Rp 215 juta. Mesin digital printing Roland ini memiliki cetak indoor yang dapat digunakan untuk cetak sticker, foto, maupun bahan oscar. Mesin satu ini dapat mencetak sekitar 30 bahan cetak dengan bermacam-macam . Sedangkan untuk ukuran cetaknya adalah 1,6 meter.

Karena harganya cukup mahal, beberapa pemilik bisnis percetakan biasanya memutuskan untuk membeli mesin digital printing rekondisi atau kondisi bekas dengan harga yang relatif lebih murah. Adapun mesin digital printing second merk Roland dijual dengan harga berkisar antara Rp 65 jutaan hingga Rp 70 jutaan.

Meski modal untuk terjun ke dalam bisnis percetakan memang cukup mahal, namun industri percetakan dan printing di seluruh dunia berdasarkan laporan IDC (International Data Corporation) 2016 ternyata terus pesat sampai tahun 2017 lalu mencapai angka USD 9 miliar. Angka tersebut naik signifikan dari tahun 2012 sebesar USD 5,3 miliar.

Pada tahun 2020 mendatang, IDC memprediksi pertumbuhan industri percetakan dan printing akan mencapai angka USD 47,2 miliar di seluruh dunia. Sementara itu, di Indonesia industri penerbitan tumbuh 14,9%, disusul oleh pertumbuhan industri packaging sebesar 13,2%, dan industri periklanan 12,1%.

PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) selaku salah satu pelopor layanan Print on Demand berbasis Web Services di Indonesia pun menyarankan para pelaku bisnis untuk segera bertransformasi ke arah digital. “Perubahan ke arah digital akan segera dihadapi suka tidak suka dan siap tidak siap oleh para pelaku bisnis. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan itu semua,” ungkap Sahat Sihombing, Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), seperti dilansir CNN Indonesia.

Loading...