Makroekonomi Tak Meyakinkan, Investor Enggan Pertahankan Rupiah

rupiah 1000-100.000 makin tersungkur mengawali catatan awal pekan jelang putusan The Fed. merosot 0,08% atau setara 11 basis poin ke level Rp 14.333 per AS. Sepanjang perdagangan (14/9), Rupiah sempat menyentuh level terndah Rp 350 per Dolar AS. Rupiah hanya mampu mendongak hingga level Rp 14.308/USD akibat berbagai tekanan yang diterimanya. Kondisi makroekonomi Indonesia yang dinilai masih meragukan membuat investor makin tak yakin pada nasib si Garuda.

Indeks Dolar Bloomberg mencatat bahwa Rupiah sudah lebih dahulu sejauh 4 basis poin (setara 0,03%) di posisi Rp 14.326/USD pada pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah sempat merangkak ke teritori positif pada pertengahan hari sebagai imbas dari rilis data AS yang dinilai kurang memenuhi harapan. Arus ini kemudian berbalik arah ketika AS, The Fed, dikatakan akan segera menaikkan pada tanggal 16-17 September mendatang, setelah diadakannya rapat Komite Pasar Terbuka Federal. Rupiah kali ini tidak sendiri, karena Thailand juga terkoreksi sejauh 0,1%.

Analis Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan Rupiah selanjutnya masih sangat rentan terhadap tekanan . Meski Dolar AS melemah dalam 3 sesi belakangan, nyatanya Rupiah juga belum mampu bangkit akibat kondisi makroekonomi yang kurang stabil.

Loading...