Makin Terbenam, Rupiah Dibuka Melemah 85 Poin

Rupiah mengawali transaksi dengan melemah 85 poin atau 0,58% ke level Rp14.763 per dolar AS. - www.batamnews.co.id

JAKARTA – masih betah berada di teritori merah pada pembukaan awal pekan (12/11) ini. Seperti diberitakan Index, Garuda mengawali transaksi dengan melemah 85 poin atau 0,58% ke level Rp14.763 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 139 poin atau 0,96% di posisi Rp14.678 per AS pada akhir pekan (9/11) kemarin.

“Euforia pemilu sela AS yang mulai mereda menyebabkan mata uang Asia, termasuk rupiah, harus mengalami koreksi pada akhir pekan kemarin,” ujar Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim, dikutip Kontan. “Penggerak rupiah selanjutnya adalah spekulasi kenaikan The Fed di akhir tahun, yang diprediksi akan meningkat 25 basis poin.”

Sementara, dari dalam negeri, defisit transaksi berjalan pada kuartal III 2018 yang tercatat sebesar 8,8 miliar turut memberi potensi pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini. Meski demikian, Ibrahim tidak memungkiri bahwa mata uang Garuda bisa bangkit pada sesi kedua nanti, terdorong oleh kebijakan pemerintah yang akan kembali fokus terhadap pajak, khususnya masalah pengampunan pajak.

“Bila pemerintah fokus pada pengampunan pajak di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Papua, maka cadangan dalam negeri akan menjadi lebih besar,” sambung Ibrahim. “Selain itu, banyak orang kaya di Indonesia yang belum memiliki pajak pribadi, sehingga bila terurus dengan baik, akan kembali menguatkan nilai tukar rupiah.”

Hampir senada, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa defisit transaksi berjalan pada kuartal III 2018 yang menyentuh 3,37% berada di atas ekspektasi pasar dan bisa mengganjal rupiah. Pelebaran defisit membuat permintaan dolar AS sampai akhir tahun terus meningkat, khususnya untuk membiayai migas.

“Pekan ini, investor akan mencermati rilis data neraca dagang bulan Oktober 2018 dengan proyeksi kembali terjadi defisit hingga 700 juta dolar AS,” ujar Bhima. “Untuk sementara, pelaku pasar masih dalam posisi hold, dan investor asing cenderung mencari aset safe haven seperti pembelian dolar AS, terlihat dari peningkatan 0,58% dalam sepekan terakhir.”

Loading...