Makin Populer, Harga Bitcoin Dalam Rupiah Kini Tembus Rp 12 Jutaan

Jakarta – Sejak bulan November lalu, pemerintah Rusia telah melegalkan penggunaan cryptocurrency ( desentralisasi dan dikelola oleh jaringan teknologi peer to peer) Bitcoin untuk diperdagangkan.

Sejak dilegalkan di Rusia, nilai Bitcoin pun melonjak sekitar 40% dari semula, yakni Rp 10 juta per Bitcoin. “Rusia kini mulai bersikap positif dan akan memperlakukan mata uang virtual, khususnya Bitcoin, sebagaimana halnya mata uang asing,” kata Suasti Atmastuti, Pengurus Asosiasi Blockchain di Jakarta.

Karena populasi penduduk Rusia yang besar hingga 146 juta orang, maka Rusia diprediksi cukup berpotensi menjadi terbesar Bitcoin seperti China, Eropa, dan Amerika. “Di penghujung akhir 2016, harga mata uang terkuat di dunia ini diramalkan stabil bergerak di level 10.500.000 rupiah per Bitcoin atau setara dengan 770 AS per Bitcoin,” papar Suasti.

Berdasarkan laporan Saxo Bank, Denmark, pihaknya memprediksi harga bitcoin akan meningkat 3 kali lipat tahun 2017 depan dari US$ 700 per 1 Bitcoin menjadi US$ 2.100 per Bitcoin. “Prediksi ini didasari pada teknologi Blockchain yang memungkinkan penawaran yang terbatas, juga karena transaksinya berada pada jaringan peer-to-peer yang terbukti paling aman dengan server yang terdesentralisasi,” jelas Suasti.

Mata uang digital semacam Bitcoin ini tak akan terpengaruh oleh kondisi geopolitik global, sehingga tinggi rendahnya harga Bitcoin hanya dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan saja. Apabila penawaran naik maka mata uang akan menurun, begitu pula sebaliknya.

Per tanggal 28 Desember 2016 ini harga 1 Bitcoin dalam rupiah sudah setara dengan Rp 12.687.310. Sayangnya di Indonesia Bitcoin masih belum diregulasi secara menyeluruh oleh pemerintah.

Loading...