Makin Kinclong, Ini Modal Awal dan Omzet Bisnis Laundry Kiloan

Peluang binatu atau laundry kiloan pada tahun ini diprediksi semakin berkembang pesat, terutama di daerah perkotaan. Pasalnya, dengan kesibukan yang terus meningkat membuat hampir tidak punya waktu luang untuk mengurusi keperluan rumah tangga, salah satunya mencuci dan menyeterika pakaian.

binatu tetap terbuka, terutama di kota-kota besar,” papar pengamat waralaba dari Entrepreneur College, Khoerussalim Ikhsan. “Namun di tengah ketatnya persaingan, setiap pelaku bisnis ini harus memikirkan kelebihan yang ditawarkan kepada konsumen.”

Senada, Sekretaris Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) wilayah Timur, Neha, juga mengungkapkan bahwa potensi usaha laundry saat ini memang tengah berkembang pesat. “Hanya perlu hitungan hari, modal awal sudah kembali,” jelasnya.

“Satu minggu bisa kembali Rp500 ribu,” sambungnya. “Itu kalau laundry strategis dan pelayanannya bagus.”

Sementara untuk modal awal, tambah Neha, laundry kiloan minimal harus memiliki cuci dan seterika. “Kalau mau barang second, mesin cuci masih di atas Rp500 ribu dan seterika second berkisar Rp25 ribu. Meski barang second tidak bisa dijamin kualitasnya, namun sebagai permulaan bisa dicoba,” katanya.

Menurut Neha, agar bisa segera balik modal, pelaku bisnis laundry juga perlu memperhatikan lokasi usaha mereka dan harus gencar melakukan promosi. “Omzet per bulan, termasuk untuk bayar lima sampai tujuh pegawai, rata-rata di atas Rp15 juta. Kalau laundry besar biasanya paling banyak 2 ton per hari. Tinggal dihitung saja jika per kilo Rp7.000,” pungkas Neha.

Loading...