Makin Ketat: USD Kembali Menggeliat Pasca Rencana Penaikan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Dengan Lampu Hijau

Situasi pasar hari ini dibuka dengan kabar yang cukup baik untuk Rupiah. Setelah bergerak turun 141 poin pada hari Kamis, 5 November 2015 kemarin, hari ini Rupiah dibuka dengan warna hijau. Nilai kurs transaksi rupiah terhadap USD berdasarkan data Bank hari ini adalah Rp. 13.482 /USD untuk kurs beli dan Rp. 13.618 untuk kurs jual.

Berdasarkan data dari , nilai kurs rupiah hari ini adalah Rp. 13.529/USD, sekitar 14 poin dari posisi sebelumnya saat penutupan pasar Kamis malam lalu pada posisi Rp. 13.543/USD.

Posisi Rupiah yang kembali menggeliat naik ini dibarengi dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate yang diliput oleh SindoNews , hari ini nilai transaksi kurs rupiah 53 poin dari posisi kemarin yakni Rp. 13.603/USD menjadi Rp. 13.550/USD.

Analis PT Bank Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova kepada Liputan6 menuturkan bahwasanya penguatan rupiah ditopang dari sentimen domestik. Meski ekonomi kuartal III 2015 mencapai 4,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 5,01 persen, ekonomi Indonesia masih lebih tinggi dari kuartal II 2015 di kisaran 4,6 persen.

Selain itu, paket kebijakan ekonomi jilid VI yang telah dirilis oleh pemerintah juga dikatakan dapat meningkatkan volume perdagangan. Paket kebijakan ekomomi ini berisikan tentang pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Akan tetapi, penguatan rupiah jadi terbatas karena sentimen negatif dari eksternal.dolar-rupiah

Sementara itu, secara global pasca fluktuasinya selama hampir sepekan ini, hari ini AS bergerak semakin garang menekan Yen dan . USD naik 0.1% terhadap Yen ke angka 121,71 Yen/USD dan naik 0.2% terhadap ke level 1.0886 /USD. Indeks USD secara umum naik 0.1% ke 98.004 setelah menyentuh level tertinggi selama 3 bulan.

Kabar mengenai rencana penaikan suku bunga yang akan terjadi di akhir tahun ini menjadi kekhawatiran pelaku pasar. Pada pekan ini, pelaku pasar menanti rilis data penyerapan AS yang menjadi indikator menaikkan suku bunga.

Loading...