Makin Digemari, Bisnis Bunga Hiasan Palsu Jadi Peluang Menggiurkan

Belakangan, minat terhadap bunga palsu atau artifisial sebagai hiasan di dalam ruangan memang cenderung . Pasalnya, banyak yang mengeluhkan biaya yang harus dikeluarkan jika membeli dan merawat bunga asli yang cenderung hanya tahan untuk beberapa hari saja. Karena itu, peluang tersebut bisa dijadikan sebuah yang menggiurkan.

Kreativitas seseorang yang makin berkembang dan semakin canggih juga membuat bunga buatan pun terlihat seperti bunga sungguhan. Bahkan, bunga buatan terkadang terlihat lebih menarik dan jelas lebih tahan lama sehingga tidak perlu repot untuk sering menggantinya.

“Memang, kualitas kreasi bunga imitasi yang kini banyak dipasarkan memiliki bentuk yang mirip dengan aslinya,” ujar Heri, salah seorang penjual bunga hiasan imitasi di Kabupaten Kuningan. “Menariknya lagi, bunga juga lebih mudah dibersihkan jika mulai kotor dengan perawatan yang tergolong mudah.”

Karena itu, ditambahkan Heri, dirinya mengaku mendapat keuntungan yang lumayan hingga 70 persen ketika membuka usaha menjual bunga hiasan palsu. “Rata-rata sebulan, dari satu gerai mendapatkan Rp22,5 jutaan, dengan per pot bunga Rp250 ribu dengan tinggi 1 meter,” urai pemilik galeri dengan nama Saung Butut itu.

Selain untuk hiasan di rumah, bunga palsu ini juga banyak dipesan untuk dekorasi pernikahan. Konsumen pun tinggal memiliki model rambat, rangkaian, atau per tangkai, dengan beragam . “Untuk kualitas KW, harganya sekitar Rp7.500 per tangkai, sedangkan model bunga mawar yang diberi serbuk emas biasanya Rp40 ribuan,” kata Odah, salah satu karyawan di toko New Ceramic di Mangga Dua, Jakarta Pusat.

“Menjelang perayaan hari besar, seperti , , dan Imlek, adalah saat-saat yang ramai pembeli,” sambung Odah. “Bahkan, untuk menanggapi besarnya minat pembeli, kami harus membuka tiga toko yang semuanya berdekatan.”

Loading...