Luncurkan Banyak Tes Baru, Berapa Biaya CT Scan Kepala di Prodia?

PT Prodia Widyahusada Tbk - www.qerja.com

Jakarta – Sebagai salah satu klinik terbesar di , PT Prodia Widyahusada Tbk telah berhasil meraih pendapatan sekitar 13,4% dan laba bersih 49,3% sepanjang tahun 2016 lalu.

Berdasarkan keterangan resminya, pendapatan tahun lalu tumbuh 13,4% menjadi Rp 1,36 triliun. Selain itu, laba bersih perseroan juga 49,3% menjadi Rp 88,13 miliar jika dibandingkan tahun sebelumnya dengan EBITDA perseroan 19,3% tahun 2016 dan EBITDA margin 15,4%.

Kenaikan pendapatan Prodia tentunya tidak lepas dari bertambahnya jaringan yang sudah tersebar di 31 provinsi. “Kami bersyukur, tahun 2016 dapat kami lalui dengan kinerja baik, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang , termasuk berhasilnya Prodia mencatatkan saham perdana di Efek Indonesia. Hal ini terwujud berkat dukungan dari tim dan seluruh pemangku kepentingan di Prodia,” kata Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty.

Hingga akhir tahun 2016, Prodia mempunyai jaringan sebanyak 259 outlet yang terdiri dari 129 laboratorium klinik, 1 PHC stand alone, 2 klinik khusus, 9 laboratorium , dan 118 Point of Care (POC) service di klinik yang tersebar di 31 provinsi dan 106 kota yang ada di Indonesia.

Menurut Direktur Pemasaran Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, pihaknya sudah membuka 2 layanan laboratorium rujukan berskala regional di Surabaya dan Makassar yang sanggup mengakomodir masing-masing 233 dan 136 jenis tes. Selama 2016, Prodia juga telah meluncurkan 11 jenis tes pemeriksaan baru, termasuk Apo E Genotype dan BCR-ABL p210 kuantitatif serta 5 paket panel pemeriksaan laboratorium.

Sayangnya, Laboratorium Klinik Prodia masih belum memiliki perangkat untuk pemeriksaan CT-Scan. Pihak Prodia menganjurkan pasien untuk melakukan CT-Scan ke rumah sakit. “Mohon maaf untuk pemeriksaan CT Scan belum tersedia di Prodia untuk saat ini, silakan ke rumah sakit terdekat,” demikian ujar admin di akun Twitter @Prodia_Lab.

Biaya CT Scan kepala di rumah sakit sendiri bisa berbeda-beda tergantung lokasi dan kecanggihan peralatan yang digunakan. Di rumah sakit kecil biayanya berkisar antara Rp 750 ribuan hingga Rp 1 jutaan. Namun jika di rumah sakit besar biayanya bisa sekitar Rp 1,5 jutaan hingga Rp 2,5 jutaan.

Loading...