Lonjakan IHSG tak Cukup kuat untuk Mendongkrak Rupiah

papan IHSG pada sore ini (21/4) tampaknya belum menunjukkan perbaikan. Rupiah masih enggan beranjak dari posisinya di kisaran Rp 12.900-an. Menurut versi Bloomberg, Rupiah tersangkut di level Rp 12.955 perDolar Amerika pada sesi penutupan, sedikit dari posisinya pada sesi pembukaan pagi tadi, yaitu Rp12.949 perDolar Amerika. Tidak jauh berbeda dengan pantauan Yahoo Finanace yang memposisikan Rupiah pada level Rp 12.953 perDolar Amerika sore ini. Sedangkan Menurut referensi (Jakarta Interbank Spot Dolar Rate), Rupiah sore ini mendarat pada level Rp 12.942 perDolarnya.

Mata uang domestik (Rupiah) melemah sebagai imbas dari momentum kenaikan Dolar Amerika. Ekspektasi kenaikan acuan yang lebih cepat dari perkiraan membuat Dolar makin diminati. Untuk saja, indeks Dolar Amerika kembali naik sebanyak 2 sesi berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam 4 sesi.

Lonjakan di bursa lokal bahkan juga tidak mampu memberikan dukungan demi menguatkan Rupiah. Sore ini, (Indeks Saham Gabungan) pada sore hari ini naik sejauh 59,77 poin atau ke titik 5.460. Sentimen tampaknya sedang berpihak pada IHSG. Indeks saham unggulan LQ45 naik sebanyak 14,85 poin menjadi 952. Selain itu, ada indeks JII yang juga menguat sebesar 13,73 poin ke posisi 717. Volume perdagangan saham tercatat 4,5 miliar lembar saham senilai total Rp 4,6 T. Sebanyak 180 saham dicatat menguat, 126 saham melemah, 103 saham statis, dan sisanya 143 saham tidak diperdagangkan.

Loading...