Lockdown Dilonggarkan, Singapura Menuju New Normal dalam Tiga Fase

Singapura Menuju New Normal - www.cp24.comSingapura Menuju New Normal - www.cp24.com

SINGAPURA – Singapura pada Selasa (19/5) kemarin mengatakan akan mencabut pemutus sirkuit (lockdown) pada tanggal 1 Juni mendatang karena kasus yang relatif rendah. Namun, karena risiko kebangkitan transmisi wabah COVID-19 masih tinggi, perekonomian akan dibuka kembali secara bertahap dalam tiga fase.

Seperti dilansir The Straits Times, dalam konferensi pers virtual, gugus tugas menguraikan rencana luas untuk mentransisikan kota secara bertahap, dari periode langkah-langkah ketat yang akhirnya menuju ‘New Normal’, setidaknya hingga vaksin atau pengobatan yang efektif untuk COVID-19 berhasil ditemukan dan dikembangkan.

Para menteri menekankan bahwa rencana pembukaan kembali bukanlah kembalinya kehidupan sebelum wabah COVID-19. Menteri Singapura, Gan Kim Yong, juga mencatat bahwa fase tersebut dapat dibatalkan jika wabah meluas lagi. “Jika kita dapat terus menjaga situasi di bawah kendali, maka kita dapat membuka kembali secara progresif,” katanya.

Pada fase pertama, yang disebut ‘pembukaan kembali yang aman’, lebih banyak orang akan diizinkan untuk kembali ke tempat kerja mereka, dengan prioritas diberikan kepada sektor-sektor penting dan yang beroperasi dengan risiko transmisi yang lebih rendah. Sementara, mereka yang bekerja dari , harus tetap bekerja dari . Hanya mereka yang membutuhkan mesin atau terminal khusus yang dapat kembali ke kantor, serta mereka yang perlu melengkapi dokumentasi hukum.

Sekolah juga akan dibuka kembali secara bertahap berdasarkan tingkatannya, dengan dimulai secara penuh pada 10 Juni. Untuk sekolah dasar dan menengah, mereka yang akan menghadapi kelulusan, akan bersekolah setiap hari, sedangkan sisanya akan bergiliran setiap minggu. Tempat ibadah, yang ditutup selama pemutus sirkuit, juga akan dibuka, tetapi hanya untuk ibadah pribadi.

Di sisi lain, pertemuan sosial masih tetap dilarang, meskipun pengecualian akan dibuat untuk orang yang mengunjungi orang tua atau kakek-nenek mereka. Kunjungan akan dibatasi hingga satu kali per hari, dengan maksimum dua pengunjung sehari. Pengunjung ini pun harus dari rumah tangga yang sama. “Ini berarti bahwa mengantar anak-anak ke tempat penitipan anak akan diizinkan, meskipun para manula sendiri tidak boleh keluar,” sambung Gan.

Gan menambahkan, pada fase pertama ini, risiko kebangkitan kembali dalam transmisi komunitas masih tinggi. Ini berarti bahwa orang harus terus mengenakan masker ketika mereka meninggalkan rumah, dan hanya pergi keluar untuk layanan penting. Fase pertama sendiri diperkirakan akan berlangsung beberapa minggu dan Singapura akan pindah ke fase kedua jika tingkat transmisi komunitas tetap ‘rendah dan stabil’ dan situasi asrama pekerja tetap terkendali.

Pada fase kedua, yang disebut ‘transisi aman’, warga secara bertahap akan dapat melanjutkan lebih banyak kegiatan sosial. Lebih banyak bisnis akan diizinkan untuk dibuka kembali, termasuk pusat kuliah dan pengayaan, pusat kebugaran, dan studio kebugaran. Namun, pengusaha harus menerapkan langkah-langkah menjaga jarak yang aman dan memastikan bahwa pegawai mereka yang dapat bekerja dari rumah terus melakukannya.

Pada fase ini, pertemuan sosial kecil dan makan di gerai makanan dan minuman juga bisa diizinkan. Gan mengatakan bahwa fase kedua terdiri dari beberapa langkah dan bisa berlangsung beberapa bulan. Bergantung pada bagaimana situasi COVID-19 kemudian berkembang, langkah-langkah akan terus dilonggarkan lebih lanjut sampai negara mencapai fase ketiga dan terakhir, yang disebut ‘negara aman’.

Pada fase ketiga, Singapura akan pindah ke ‘New Normal’ sampai vaksin ditemukan. Dalam tahap ini, pertemuan sosial, budaya, agama, dan bisnis diharapkan tetap dilanjutkan, dengan pembatasan jumlah orang yang berkumpul. Hal yang sama berlaku untuk layanan dan kegiatan yang melibatkan kontak dekat yang lama dan signifikan, seperti pijat dan bioskop. Sementara, untuk transportasi umum, penumpang masih harus mengenakan masker dan menahan diri untuk tidak berbicara karena sulit menjaga jarak fisik.

Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Lawrence Wong, menuturkan bahwa sementara beberapa mungkin kecewa karena mereka tidak akan bisa keluar secara bebas dan bersosialisasi setelah akhir pemutus sirkuit, pembukaan kembali memang perlu dilakukan dengan hati-hati. Dia pun menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung bisnis dan pekerja yang tidak dapat dibuka pada awal Juni mendatang.

Loading...