Lindungi Produsen Lokal, AS Naikkan Bea Masuk Biodiesel Asal Indonesia

Biodiesel - www.twincities.comBiodiesel - www.twincities.com

JAKARTA – menjadi kesekian yang menghadapi hambatan perdagangan dengan AS, setelah Departemen Perdagangan Paman Sam berencana mengerek tarif bea masuk biodiesel asal Indonesia dari 92,52% menjadi 276,65%. Kenaikan tarif bea masuk itu merupakan bagian dari langkah pengamanan perdagangan yang dilakukan AS terkait antidumping dan anti-subsidi.

Seperti dilansir Nikkei, selain Indonesia, pemerintah AS juga berencana menaikkan tarif bea masuk biodiesel dari Argentina, dari semula 60,44% menjadi 86,41%. Komisi Perdagangan Luar Negeri AS akan membuat keputusan akhir pada tanggal 6 April mendatang mengenai apakah impor tersebut telah merugikan dalam negeri.

“Keputusan ini membuat produsen biodiesel bisa bernapas lega akibat dari dampak praktik tertentu yang membuat distorsi yang dilakukan oleh produsen biodiesel luar negeri yang masuk ke ,” ujar Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross. “Kami menghargai hubungan dengan Argentina dan Indonesia, namun sahabat terdekat kami bahkan harus bermain dengan aturan yang kami buat.”

Menurut National Biodiesel Board, sebuah kelompok AS, impor dari Argentina dan Indonesia meningkat sebesar 464% dari tahun 2014 sampai 2016, yang menyebabkan penurunan pangsa pasar produsen domestik sebesar 20%. Akibatnya, produsen biodiesel AS tidak bisa memperoleh keuntungan yang memadai. “Keputusan pemerintah memberikan ruang bagi biodiesel dalam negeri untuk berkembang dan memproduksi lebih banyak bensin buatan AS,” kata wakil presiden National Biodiesel Board, Kurt Kovarik.

Pemerintah Indonesia belum bereaksi terhadap langkah-langkah biodiesel AS, namun kemungkinan akan mempertimbangkan tindakan di WTO. Pada 25 Januari, panel penyelesaian sengketa WTO sebagian besar merespons keluhan yang dibuat oleh Indonesia mengenai tindakan antidumping Uni Eropa yang terkait biodiesel Indonesia, dengan mengatakan bahwa UE gagal ‘untuk menetapkan adanya penurunan harga yang signifikan berkenaan dengan impor Indonesia’.

Namun, bahkan jika Indonesia mengambil tindakan melawan AS di WTO, resolusi bisa memakan waktu bertahun-tahun. “Untuk dimasukkan dalam perspektif dalam kasus sengketa Uni Eropa saja, Indonesia sudah mengajukan permintaan konsultasi pertama ke UE pada awal Juni 2014,” kata direktur makanan dan agribisnis RaboResearch, bagian dari RaboBank, Oscar Tjakra.

Perunding perdagangan dari Komisi Eropa dijadwalkan bertemu dengan pemerintah Indonesia di Surakarta minggu ini. Meskipun proposal atas biodiesel oleh Parlemen Eropa, cabang legislatif Uni Eropa, ditujukan untuk mengekang impor kelapa sawit, kedua belah pihak sekarang berharap ‘mencapai kesepakatan perdagangan bebas yang saling menguntungkan’.

Loading...