Lindungi Produk Buatan Anda, Berikut Biaya Permohonan Hak Paten

Ilustrasi : Pengajuan permohonan hak paten produk

Memperolah hak paten merupakan salah satu cara untuk melindungi produk Anda, terutama hasil atau tepat guna, dari klaim orang lain. Untuk mendapatkan hak paten ini, Anda bisa mendaftarkan produk Anda ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM, dengan membayar sejumlah .

“Paten adalah perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) bagi karya intelektual yang bersifat teknologi, atau dikenal juga dengan istilah invensi, dan mengandung pemecahan atau solusi teknis terhadap masalah yang terdapat pada teknologi yang ada sebelumnya,” tulis HKI.co.id. “Untuk mendapatkan paten, suatu invensi harus memenuhi substantif, seperti baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diterapkan oleh .”

Menurut PNBP Paten berdasarkan PP No. 45 tahun 2016, hak paten bisa diajukan secara manual maupun . Untuk permohonan paten bagi mikro, kecil, pendidikan, dan litbang pemerintah misalnya, biaya atau dipatok sebesar Rp350.000 per permohonan secara online atau Rp450.000 per permohonan secara manual. Sementara, biaya permohonan paten umum sebesar Rp1.250.000 per permohonan secara online atau Rp1.500.000 per permohonan secara manual.

Untuk permohonan paten sederhana, biaya yang dikenakan bagi usaha mikro, usaha kecil, lembaga pendidikan, dan litbang pemerintah adalah sebesar Rp200.000 per permohonan (online) atau Rp250.000 per permohonan (manual). Sementara, untuk permohonan paten sederhana bagi masyarakat umum, biayanya sebesar Rp800.000 (online) atau Rp1.250.000 (manual).

Biaya-biaya tersebut belum termasuk tambahan biaya deskripsi permohonan yang lebih dari 30 halaman sebesar Rp5.000 per lembar, tambahan biaya Rp50.000 per klaim, denda terhadap keterlambatan persyaratan permohonan sebesar Rp200.000 per permohonan, serta biaya-biaya lain seperti pemeriksaan substantif, perubahan permohonan paten, salinan sertifikat paten, salinan dokumen paten, dan pelaksanaan paten regional.

“Orang yang menghasilkan invensi, baik sendirian maupun bersama-sama, adalah yang paling pertama berhak mendapatkan hak paten atas invensi yang dihasilkan,” sambung HKI.co.id. “Siapa pun di luar inventor yang ingin memiliki hak paten atas invensi tersebut, harus terlebih dahulu memperoleh pengalihan hak secara tertulis dari inventor.”

Loading...