Libur Thanksgiving, Rupiah Manfaatkan Peluang untuk Menutup Perdagangan di Zona Hijau

Rupiah - www.tribunnews.comRupiah - www.tribunnews.com

Jakarta – Meski tadi pagi sempat turun tipis sebesar 1 poin ke posisi Rp 14.604 per AS, rupanya rupiah berhasil memanfaatkan momentum libur Thanksgiving di Amerika Serikat untuk menguat pada akhir hari ini, Kamis (22/11), sebesar 22,5 poin atau 0,15 persen ke level Rp 14.580 per USD setelah sepanjang hari diperdagangkan pada rentang angka Rp 14.583 hingga Rp 14.607 per dolar AS.

Sementara itu, (BI) mematok tengah hari ini pada level Rp 14.592 per dolar AS, menguat 26 poin atau 0,18 persen dari level Rp 14.618 per dolar AS kemarin. Lalu untuk jual ditetapkan berada di posisi Rp 14.665 per dolar AS, dengan beli di posisi Rp 14.619 per dolar AS.

Menurut Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi, saat ini dolar AS sedang minim sentimen lantaran bertepatan dengan libur Thanksgiving. Akan tetapi, bila libur di AS usai, tampaknya sentimen eksternal masih akan membayangi rupiah, terlebih karena ketidakpastian kondisi pun akan turut mempengaruhi gerak rupiah di spot. “Kondisi eksternal yang tidak pasti membuat cenderung meninggalkan emerging market termasuk Indonesia dan beralih ke aset yang lebih aman,” ujar Dini, seperti dilansir Kontan.

Dini menambahkan, kondisi permasalahan dan Italia yang masih belum selesai juga ikut berpotensi menahan laju rupiah. “Setelah perdana menteri Theresa May memegang draft negosiasi ada kecenderungan belum tentu naskah tersebut final, jajaran barisan May ada yang belum setuju dengan kesepakatan ,” ucapnya.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail menambahkan, rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS saat ini seiring dengan pelemahan indeks dolar AS dan juga hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) yang cukup . “Hasil lelang SUN yang cukup baik kemarin kemungkinan juga menjadi sentimen bagi rupiah,” jelas Ahmad, seperti dilansir Bisnis.

Rupiah berhasil melaju ke zona hijau ketika mata uang lain di bergerak variatif dengan penguatan yang dipimpin oleh rupee India sebesar 0,41 persen. Sedangkan pelemahan terbesar dipimpin oleh baht Thailand sebesar 0,22 persen.

Loading...