Sambut Libur Panjang, Rupiah Berakhir Menguat 0,17%

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

JAKARTA – mampu berbalik naik pada Selasa (27/10) sore ketika keuangan dalam negeri bersiap menyambut libur panjang dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup menguat 25 poin atau 0,17% ke level Rp14.625 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB tadi, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.690 per dolar AS, naik tipis 7 poin atau 0,05% dari sebelumnya di level Rp14.697 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia cenderung mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,46% dialami won Korea Selatan.

Won memimpin kenaikan mata uang Benua Kuning lantaran produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2020 Negeri Ginseng dilaporkan tumbuh 1,9% dibandingkan kuartal sebelumnya. Realisasi itu berbanding terbalik dengan kuartal II 2020 yang minus 3,2% karena pandemi COVID-19. Kinerja kuartal II menjadi yang terburuk sejak 1998, membuat negaranya Blackpink tersebut masuk ke jurang resesi.

Korea Selatan sedang menuju tahap pemulihan. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan ekspor sebesar 15,6%,” ujar Menteri Keuangan Korsel, Hong Nam-ki, dilansir dari CNN Indonesia. “ akan terus pulih hingga kuartal IV 2020. Kami akan membuat strategi untuk meningkatkan konsumsi masyarakat pada kuartal IV 2020.”

Dari pasar global, dolar AS harus bergerak lebih rendah pada hari Selasa karena daya tarik aset safe haven tergerus kekhawatiran tentang gelombang kedua COVID-19, yang mendorong aksi jual pasar saham dan mendukung reli obligasi. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,046 poin atau 0,05% ke level 92,999 pada pukul 14.45 WIB.

“Dolar AS secara luas lebih kuat, tetapi tidak secara besar-besaran,” tutur ahli strategi FX senior National Australia Bank, Rodrigo Catril, seperti dikutip dari Reuters. “Saya pikir banyak yang mungkin akan mengingat pengalaman buruk saat pemilu Trump-Clinton (pada 2016). Strateginya kali ini adalah melakukan perdagangan ringan, mengambil posisi yang sangat kuat menjelang pemilihan (presiden AS).”

Loading...