Libur Natal, Rupiah Siang Ini Menguat Tipis 2 Poin

Rupiah menguat tipis pada perdagangan Senin (24/12) siang - www.idntimes.com

JAKARTA – mampu bergerak tipis pada Senin (24/12) siang, di tengah libur domestik terkait perayaan Hari Raya 2018. Menurut data Yahoo Finance pada pukul 12.02 WIB, Garuda naik tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.548 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup di posisi Rp14.550 per dolar AS.

“Aktivitas perdagangan di pasar valuta relatif terbatas ketika memasuki libur akhir tahun, yang akhirnya memengaruhi rentang pergerakan rupiah,” ujar ekonom Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro. “Rupiah masih memiliki potensi melemah kendati data revisi estimasi pertumbuhan AS kuartal III hanya mencapai 3,4% saat dirilis akhir pekan (21/12) kemarin.”

Sementara itu, dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada awal pekan, seiring kenaikan yang dialami aset safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss, di tengah kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi dan ketidakstabilan politik AS. Dilansir , mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,1930 poin atau 0,20% ke level 96,7630 pada pukul 11.59 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, volume perdagangan pada hari ini memang relatif menipis karena sebagian besar pasar keuangan akan ditutup terkait perayaan Natal, sedangkan pasar Jepang sudah tutup untuk liburan. Nyaris tidak ada minat di antara investor untuk mengambil risiko, dengan prospek pertumbuhan global yang memburuk, membuat saham meluncur tajam mencapai level terburuk sejak 2008 lalu.

“Pelemahan yang dialami pasar saham global telah mendorong sentimen di pasar mata uang. Saya belum melihat rebound yang signifikan dalam sentimen risiko,” tutur kepala perdagangan Asia di OANDA, Stephen Innes. “Di luar risk-off, kita bisa melihat dolar AS terhadap yen lebih banyak menuju level 110 jika arus repatriasi dan lindung nilai mulai meningkat.”

Penutupan sebagian pemerintah AS yang dapat berlanjut hingga tanggal 3 Januari mendatang, ketika Kongres baru bersidang dan Partai Demokrat mengambil alih parlemen, juga berkontribusi pada memburuknya aset berisiko. Ada juga ketidakpastian dalam pemerintah Donald Trump setelah ia mengganti Sekretaris Pertahanan, Jim Mattis, dua bulan lebih awal karena dinilai menentang kebijakan luar negerinya.

Loading...