Rabu Sore, Rupiah Stagnan Sambut Libur Isra Miraj

Rupiah - berkahtuhan.comRupiah - berkahtuhan.com

JAKARTA – Setelah bergerak , rupiah ternyata menutup perdagangan hari Rabu (10/3) di posisi stagnan, sehari sebelum pasar keuangan dalam negeri libur bertepatan dengan perayaan Isra Miraj. Menurut laporan Index pada pukul 14.57 WIB, Garuda berakhir di level Rp14.405 per AS, sama seperti sebelumnya.

Sementara itu, data yang diterbitkan Indonesia pukul 10.00 WIB menempatkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.421 per dolar AS, menguat 47 poin atau 0,32% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.468 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,28% dialami yen Jepang.

Esok hari, tanggal 11 Maret 2021, pasar keuangan dalam negeri libur bertepatan dengan perayaan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Meski berada di akhir pekan, tetapi menghapus cuti bersama yang awalnya jatuh pada hari Jumat, tanggal 12 Maret 2021. Dengan demikian, pasar keuangan hanya akan libur selama sehari.

Dari pasar , indeks Dolar AS terpantau bergerak naik pada hari Rabu, sekaligus mengembalikan kembali beberapa kerugian yang diderita semalam, karena imbal hasil AS menemukan momentum setelah sempat turun dari posisi tertinggi satu tahun. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,718 poin atau 0,19% ke level 92,136 pada pukul 11.13 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan greenback telah mengikuti lonjakan imbal hasil US Treasury, baik karena imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik mata uang maupun karena penurunan obligasi mengguncang kepercayaan investor, memacu permintaan untuk aset teraman. Imbal hasil US Treasury 10-tahun stabil di sekitar 1,54% pada hari Rabu setelah sempat turun dari posisi tertinggi satu tahun di 1,6250%.

Investor obligasi telah menjual dengan taruhan bahwa rebound yang lebih cepat dari perkiraan akan memicu lonjakan inflasi, dengan Presiden AS, Joe Biden, diperkirakan akan menandatangani paket bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS pada minggu ini. Banyak analis masih memperkirakan dolar AS akan melemah selama tahun ini, tetapi rebound telah memaksa beberapa orang untuk menyesuaikan pandangan mereka.

Westpac, yang baru-baru ini berbicara tentang menjual indeks dolar ke level 91, sekarang memperkirakan mata uang dapat menyentuh posisi 94,50. “Refleksi global masih hidup dan sehat, dan Eropa akan mendapatkan tindakan vaksinasi bersama di beberapa titik. Kelanjutan pemulihan global akan membuat mata uang komoditas berkinerja lebih baik,” tulis ahli strategi Westpac dalam sebuah catatan.

Loading...