Lewat Malaysia, Ekspor Minyak Iran ke Asia Tetap Lancar

Oil Exports - centraldapauta.com.brOil Exports - centraldapauta.com.br

SINGAPURA – Sanksi yang diberikan AS ternyata tidak menghambat laju ekspor Iran ke sejumlah di kawasan Asia. Beberapa masih melanjutkan dari Iran, termasuk China. Kabarnya, distribusi dari negara Timur Tengah ke kawasan Asia Tenggara dan Timur itu mendapatkan bantuan dari Malaysia.

Dilansir Nikkei, di bawah sanksi AS yang berlaku kembali November lalu untuk menekan Iran karena kebijakan luar negeri dan misilnya, perusahaan mana pun yang terlibat dengan penjualan minyak Iran dapat didenda dan diputus dari keuangan AS. Hingga 2 Mei 2019, Negeri Paman Sam memberikan keringanan untuk China, India, Korea Selatan, Jepang, dan lainnya untuk terus membeli minyak Iran dengan harapan mereka akan mengurangi pembelian mereka.

Tetapi, menurut Samir Madani, salah satu pendiri TankerTrackers.com, sebuah perusahaan di Swedia yang memantau pengiriman dan penyimpanan minyak, minyak Iran ke China masih tetap terjadi di dekat perairan Malaysia dengan bantuan kapal Malaysia. Menurut pengamatannya, minyak Iran biasanya tiba di Selat Malaka dan diserahkan dengan menggunakan minyak dari kapal ke kapal ke kapal pengangkut minyak mentah China yang sangat besar.

Pendapat ini diperkuat oleh Vandana Hari, pendiri dan kepala eksekutif perusahaan riset minyak yang berbasis di Singapura, Vanda Insights. Ia menyebut bahwa bukti transfer minyak Iran melalui Malaysia ‘tidak langsung, tetapi cukup meyakinkan’. “Data pengiriman yang saya terima menunjukkan bahwa pengiriman minyak mentah ke China dari Malaysia melonjak 86% pada Mei dari sebulan sebelumnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, telah menjaga hubungan yang panjang dan mendalam dengan Iran. Dalam tugas sebelumnya sebagai perdana menteri Negeri Jiran, Mahathir juga telah memperluas pengakuan awal kepada rezim Islam yang didirikan setelah revolusi Iran pada tahun 1979 silam.

“Hubungannya dengan Iran, yang berlangsung hampir 40 tahun, agak lahir dari pandangannya bahwa Barat tidak memiliki tempat di Asia atau Timur Tengah,” papar Simon Littlewood, presiden konsultan manajemen AGC Global yang berbasis di Singapura. “Mahathir akan menikmati kekesalan AS dengan bertindak sebagai saluran untuk ekspor minyak Iran.”

Meski demikian, Yan Chong Yaw, direktur penelitian minyak Asia di perusahaan data Refinitiv, mengatakan bahwa sementara ada area transfer minyak kapal-ke-kapal yang mapan di Pelabuhan Kuala Sungai Linggi milik Malaysia, ia meragukan kargo Iran akan diserahkan di perairan teritorial negara tersebut karena risiko hukuman AS. Sebagian besar aliran yang berkelanjutan tampaknya datang ke Asia, tetapi tidak jelas berapa banyak yang melewati Malaysia.

“Sebagian besar aliran yang berkelanjutan tampaknya datang ke Asia, tetapi tidak jelas berapa banyak yang melewati Malaysia,” tutur Yaw. “Saya sekarang melacak tiga tanker yang tampaknya menuju langsung ke China dengan membawa minyak mentah Iran. Namun akhir-akhir ini, saya perhatikan transfer minyak Iran melalui Sri Lanka dan Maladewa.”

Loading...