Level Pelemahan Kurs Rupiah Dianggap Membahayakan

Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga (UA), Leo Herlambang, mengatakan bahwa melemahnya yang tembus di angka Rp 13 ribu per USD sudah termasuk berada di batas atas yang membahayakan.

“Ini (kenaikan, Red) sudah agak ketinggian. Jika dilihat dari angka Rp 10 ribu per USD dan kini sudah Rp 13 ribu per USD, sudah ada kenaikan 30 persen. Tentu risikonya akan banyak,” papar dosen Fakultas Ekonomi UA tersebut.

kursdolar-rupiahBahkan, dari pelemahan itu, sudah menyampaikan mengalami kerugian sekitar Rp 160 triliun karena perubahan . Sebab, posisi utang RI ke luar negeri berbentuk USD. “Begitu juga perusahaan-perusahaan yang memiliki utang dalam USD, tapi pendapatannya tidak dalam USD. Mereka pasti juga kena dampak. Ini harus jadi perhatian,” tuturnya.

Leo menilai, melemahnya rupiah kali ini sudah dalam resistence level alias sudah masuk tahap mengkhawatirkan meski diperkirakan nilainya tidak sampai menembus level Rp 15 ribu per USD. “Kalau melihat kondisi sekarang, semoga tidak tembus Rp 15 ribu karena banyak yang melindungi, seperti investor asing yang ada di kita (Indonesia, Red). Mereka juga tidak mau merugi dengan melemahnya rupiah,” urainya.

Pihaknya juga yakin bahwa pemerintah sudah melakukan intervensi. Termasuk (BI). Namun, jika ternyata tidak terkendali, pihaknya berharap masyarakat tidak turut panik.

“Sekarang dibutuhkan kepercayaan pasar. Dibutuhkan kepercayaan masyarakat. Orang Indonesia jangan ikut-ikutan panik. Kalau tidak punya masalah (bayar utang dalam dolar, Red), tidak perlu ikut-ikutan beli dolar,” paparnya.

Loading...