Lelang SBN Melebihi Target, Rupiah Menguat Tipis di Pembukaan

smeaker.com

mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (26/4) dengan penguatan tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp 13.283 per . Sebelumnya, Selasa (25/4) Garuda ditutup menguat 0,20 persen atau 26 poin ke posisi Rp 13.284 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.311 hingga Rp 13.328 per dolar AS.

Menurut Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, indeks dolar AS terus tergerus oleh karena stimulus pajak Presiden Amerika Serikat, terancam tidak disetujui oleh kongres. “Rupiah mengikuti tren global untuk menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa yang diiringi juga oleh penguatan surat utang dan ,” jelas Rangga Cipta.

Lebih lanjut Rangga menjelaskan bahwa redanya ketidakpastian politik dalam negeri perlahan berhasil mengembalikan optimisme pasar dan saat ini para sedang fokus pada rilis data inflasi bulan April 2017. “Ruang penguatan rupiah masih terbuka walaupun tren penguatan harga komoditas yang melandai akan menjadi penghalang,” ucapnya.

Di sisi lain, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan jika penguatan rupiah juga turut tersokong oleh sentimen positif dari dalam negeri. Kementerian Keuangan berhasil mengantongi Rp 17 triliun dari hasil lelang Surat Berharga Negara (SBN).

Pencapaian tersebut melebihi target Rp 15 triliun. Selain itu, Kementerian BUMN juga berencana melakukan kerjasama sinergi antar BUMN untuk mendongkrak ekonomi nasional. “Hal tersebut disambut positif pelaku pasar,” katanya.

Rupiah juga masih menanti data tingkat kepercayaan konsumen Amerika Serikat bulan April 2017 yang diperkirakan turun ke level 123,7 dari 125,6 serta angka penjualan rumah yang juga diprediksi anjlok dari 592.000 menjadi 590.000. Sedangkan dari faktor , rupiah menanti data foreign direct investment. Dengan data AS yang diperkirakan memburuk, Faisyal memperkirakan rupiah akan bergerak menguat terbatas hari ini.

Loading...