Lebih Unggul dari Kawat Gigi Biasa, Harga Pasang Behel Damon Transparan Bisa Sampai Rp 30 Jutaan

Behel Damon - dokterbehel.comBehel Damon - dokterbehel.com

Salah satu yang dikenal cukup efektif untuk merapikan yang gingsul, berantakan, atau tonggos adalah dengan menggunakan behel atau kawat . Hingga kini behel dipercaya mampu mengubah susunan supaya lebih rapi. behel pun ada bermacam-macam, mulai dari behel metal hingga yang belakangan ini adalah behel damon transparan.

Damon system bracket merupakan kawat gigi cekat (behel) terbaru yang dapat bergerak lebih mandiri dan bebas dalam memperbaiki kondisi gigi tanpa ada hambatan dari karet yang biasanya digunakan pada behel konvensional. Pada perawatannya, damon system tak memakai karet, namun ada penyangga khusus yang berfungsi menyangga kawat yang digunakan.

Jika ditinjau dari teknologi dan prosesnya, damon braces memang lebih unggul dan memiliki banyak kelebihan dari metal braces. Misalnya saja gigi pasien tidak perlu dicabut dulu sebelum memasang behel damon, kemudian prosesnya juga tidak menyakitkan karena tidak membutuhkan karet yang memberi tekanan pada gigi, kunjungan dokter lebih sedikit frekuensinya hanya 8-10 minggu sekali, gigi lebih mudah dibersihkan, dan kabarnya perbaikan gigi pasien dengan behel damon pun relatif lebih cepat 7,2 bulan dari behel metal.

“Saya kira ini solusi pertengahan. Kalau mau tidak terlalu menonjol, tidak mau pakai karet, bisa menggunakan self ligating braces. Tipe ini juga lebih licin. Artinya, tidak sering menimbulkan sariawan seperti metal braces,” ujar drg Dian Novitasari dari klinik Dental Care Dianov Malang, seperti dilansir Radar Malang.

Dibandingkan behel dengan karet warna-warni, kini rupanya banyak pasien lebih menyukai jenis self ligating braces. “Banyak pengunjung yang tidak menyukai penggunaan behel dengan karet warna-warni, pilihnya ini (self ligating braces),” bebernya.

Sayangnya self ligating braces damon clear atau transparan memang relatif mahal. pasang behel damon transparan di salah satu klinik gigi berkisar antara Rp 32,5 juta hingga Rp 33,5 juta. “Tapi yang ambil jenis ini benar-benar pasien yang sanggup dalam hal ekonomi, karena memang sangat mahal,” ungkap drg Dian.

Loading...