Lebih Murah dari yang Digital, Harga Termometer Ruangan Air Raksa Cuma Rp 12 Ribuan

Termometer Ruangan Air Raksa - www.bukalapak.comTermometer Ruangan Air Raksa - www.bukalapak.com

Hingga kini termometer masih diandalkan sebagai yang mampu mengukur suhu tubuh maupun suhu ruangan. Secara umum, baik termometer ruangan maupun termometer badan yang beredar di jenisnya ada 2, yakni termometer air raksa dan termometer digital. Apabila dibandingkan dari segi harga, termometer air raksa memang relatif lebih murah dibandingkan termometer digital. Oleh sebab itu sampai sekarang masih banyak orang yang lebih menyukai menggunakan termometer air raksa daripada termometer digital meski akurasi pengukurannya tidak lebih baik.

Harga termometer ruangan air raksa biasanya sekitar Rp 12 ribuan saja untuk GEA, sedangkan termometer sekaligus higrometer ruangan Krischef harganya lebih mahal, mencapai Rp 99.500. Lalu di mana kira-kira termometer ruangan bisa didapatkan? Termometer ruangan air raksa bisa dibeli di apotik maupun di situs jual beli online yang ada di Indonesia. Namun harga termometer ruangan air raksa yang berlaku di setiap kemungkinan bisa berbeda-beda.

Termometer ruangan air raksa sendiri berfungsi untuk mengukur suhu di dalam ruangan. Termometer ruangan biasanya dapat digantung atau ditempel di dinding atau tembok ruangan manapun yang dibutuhkan. Termometer ruangan air raksa menjadi salah satu barang yang umum ditemui di rumah sakit, mall, gedung perkantoran, hingga tempat tinggal pribadi.

Akan tetapi, air raksa atau merkuri yang terdapat dalam termometer air raksa rupanya dinilai sebagai zat yang sangat berbahaya oleh World Health Organization (WHO) dan ke depannya penggunaan air raksa pada termometer dikabarkan akan dihapus secara bertahap sampai tahun 2020 mendatang.

“Merkuri adalah salah satu dari 10 bahan kimia teratas yang menjadi perhatian dan merupakan zat yang menyebar ke dalam dan menetap dalam ekosistem untuk beberapa generasi, menyebabkan sakit parah dan gangguan intelektual pada populasi yang terpapar,” kata Kepala WHO Margaret Chan tahun 2013 lalu, seperti dilansir ChannelNewsAsia.

Penggunaan merkuri sendiri disebut-sebut akan menimbulkan dampak yang serius pada kesehatan otak dan menyebabkan kerusakan saraf, terutama di kalangan muda. Selain itu, merkuri juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada ginjal dan pencernaan.

Loading...