Lebih Mahal dari Analog, Harga Cos Phi Meter Digital Berkisar Rp 400 Ribuan

Cos Phi Meter Digital - www.gae.co.idCos Phi Meter Digital - www.gae.co.id

Dalam dunia kelistrikan, dikenal sebuah yang bernama Cos Phi Meter. Cos Phi Meter adalah yang digunakan untuk mengetahui besarnya kerja (power factor) yang merupakan beda fase antara tegangan dan arus. Dalam pengertian sehari-hari disebut pengukur Cosinus phi. Tujuan pengukuran Cos Phi atau pengukur nilai cosinus sudut phasa adalah memberikan petunjuk secara langsung dari selisih fasa yang timbul antara arus dan tegangan.

Cos Phi Meter biasanya sangat bervariasi, tergantung dan jenisnya. Namun biasanya Cos Phi Meter dengan harga yang relatif lebih mahal dibandingkan Cos Phi Meter analog. Sebagai , Cos Phi Meter digital 3 fasa (phase) dijual sekitar Rp 395 ribuan hingga Rp 405 ribuan, sedangkan Cos Phi Meter 3 phase 400 V analog harganya hanya Rp 127 ribuan. Ada pula Cos Phi Meter digital 100A yang hanya Rp 240 ribuan.

“Pada Cos Phi Meter digital, hasil pengukuran akan ditampilkan pada layar LCD yang langsung berupa angka. Metering digital memiliki keakurasian lebih tinggi dibanding metering analog. Pengukuran bersifat real time untuk satu atau berbagai macam parameter listrik. Pada metering digital, satu alat dapat digunakan untuk mengukur lebih dari satu parameter, sehingga total investasi menjadi lebih murah dan tidak menggunakan komponen bergerak sehingga tidak ada keausan komponen,” kata salah satu penjual Cos Phi Meter digital.

Dalam Cos Phi Meter digital biasanya mengusung beberapa sekaligus, misalnya saja voltmeter, ampmeter, KWHmeter, watt meter, hingga frekuensi meter. Dalam dunia sehari-sehari, Cos Phi menjadi faktor yang penting dalam tagihan listrik bulanan. Beberapa orang masih terkecoh menggunakan alat penghemat listrik karena meyakini dengan pemakaian alat tersebut bisa menghemat listrik sampai 40%.

Menurut Kepala Laboratorium Pengukuran Listrik Departemen Elektro Fakultas Universitas Indonesia, Amien Rahadrjo, rupanya alat yang diklaim penghemat listrik tersebut hanya memperbaiki daya semu, padahal daya semu tidak masuk dalam hitungan rekening listrik. “Dengan pakai alat ini, Cos Phi-nya diperbaiki, yang berpengaruh ampernya, sehingga bisa memaksimalkan listrik yang dipunyai,” ujar Amien, seperti dilansir Katadata.

Loading...