Lebarkan Pembuluh Darah, Biaya Pasang Ring Jantung Capai Ratusan Juta Rupiah

Pasang Ring Jantung - cardiacsaveherbalterampuhno1.wordpress.comPasang Ring Jantung - cardiacsaveherbalterampuhno1.wordpress.com

jantung, terutama jantung koroner, masih menjadi salah satu kematian terbanyak di . Penimbunan yang dapat menyebabkan gangguan suplai darah atau oksigen ke jantung menjadi penyebab utama penyakit ini. Nah, salah satu terapi untuk menghilangkan sumbatan dan menjaga agar pembuluh darah arteri koroner tetap terbuka adalah dengan pasang ring atau stent dengan yang bisa mencapai total ratusan juta .

“Pemasangan ring jantung adalah untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat di bagian jantung. Ring jantung ini membuka pembuluh darah koroner sehingga jantung kembali menerima suplai darah yang cukup,” papar dr. Abdullah Zaini, SpJP, FIHA dari RS Meilia. “Ring jantung mulai dibutuhkan ketika seseorang mengidap penyakit jantung koroner yang biasanya terjadi akibat pembuluh darah koroner yang menyempit di bagian jantung.”

Pembuluh darah koroner, tambah dr. Abdullah, memungkinkan jantung mendapat suplai darah dan oksigen. -bahan vital bagi tubuh itu melewati pembuluh darah koroner untuk dialirkan ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan. “Jika mengalami penyempitan atau bahkan penyumbatan akibat penumpukan lemak dan endapan kalsium, jantung mustahil mendapatkan dan mengalirkan pasokan darah maupun oksigen,” sambungnya.

“Untuk masalah biaya pemasangan ring jantung, tergantung dari kualitas ring-nya. Ring dengan kualitas baik dapat bertahan sampai 7 tahun bebas serangan jantung,” imbuh dr. Abdullah. “ satu ring berkisar Rp45 juta sampai Rp75 juta, belum termasuk biaya keteter, , dan perawatan satu sampai tiga hari di rumah sakit. Jadi, totalnya berkisar Rp150 juta sampai Rp250 juta.”

Karena biaya yang relatif sangat mahal, dokter ahli jantung di Indonesia diharapkan harus lebih hati-hati dan tepat dalam menerapkan pemasangan ring pada pasien. Jangan sampai, pasien yang masih stabil atau belum akut dilakukan pemasangan ring stent atau bahkan langsung operasi by pass. “Pada kasus penyakit jantung koroner yang masih stabil, sebenarnya masih bisa menggunakan terapi konservatif, yaitu dengan pengobatan agresif yang direkomendasikan dokter kepada pasien,” kata Guru Besar Angiologi Vaskuler FK Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jakarta, Prof. Dr. Med. dr. Frans Santosa.

Loading...