Layani Pengiriman Internasional, Berapa Tarif Kirim Paket Pos Laju Malaysia ke Indonesia?

Paket Pos Laju - my.carousell.comPaket Pos Laju - my.carousell.com

Masyarakat mungkin lebih mengenal kantor pos di Tanah Air dengan sebutan PT Pos . Nah, jika di Malaysia kantor posnya mengusung nama Pos Laju. Seperti halnya pada umumnya, Pos Laju tidak hanya melayani saja, tetapi juga melayani pengiriman maupun tujuan luar negeri atau internasional.

Pada pengiriman domestik, Pos Laju menyediakan Peninsulars, Sabah, atau Serawak. Sedangkan untuk pengiriman internasional tersedia 2 alternatif , yakni paket luar negeri reguler dan Express Mail Service (EMS). setiap layanan biasanya ditentukan berdasarkan berat atau volume kiriman. Sebagai contoh, Pos Laju dari Malaysia ke Indonesia menggunakan paket normal atau reguler untuk 250 gram pertama sekitar RM 26,60, lalu untuk 250 gram berikutnya RM 2,90. Jadi jika ditotal mencapai RM 29,50 atau sekitar Rp 104 ribuan, masih relatif lebih murah dari EMS.

Sementara itu, untuk kirim paket ke Indonesia dengan EMS Malaysia dikenai lebih mahal dari paket reguler. Adapun untuk dokumen seberat 0,5 kg tarifnya RM 42, sedangkan yang beratnya 1 kg tarifnya RM 55. Kemudian untuk paket mulai berat 0,2 kg dikenai tarif RM 65, lalu berat 1 kg tarifnya RM 77 atau sekitar Rp 273 ribuan jika dikonversikan dalam . Selain biaya yang lebih mahal, EMS kabarnya juga menerapkan biaya administrasi sebesar 20%, sedangkan untuk paket internasional reguler PosLaju tak dikenai charge.

Nah, meski kini sudah banyak jasa-jasa pengiriman baru, namun keberadaan Kantor Pos di Indonesia pun rupanya belum sepenuhnya tergeser. Aktivitas pengiriman barang saat Lebaran 2018 beberapa waktu lalu di Pos Indonesia Cabang Pangkalpinang kabarnya memang tak mengalami peningkatan dari tahun lalu.

Menurut Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Pangkalpinang, Fendi Anjasmara, budaya pengiriman paket mendekati Hari Raya Idul Fitri rupanya mulai bergeser. Walau pengiriman barang dari Bangka ke luar meningkat, rupanya peningkatan itu tak terlalu signifikan. “Banyak konsumen yang mengirimkan paket berupa parsel Lebaran sudah jauh-jauh hari sebelum mendekati Hari Raya Idul Fitri,” kata Fendi, seperti dilansir Tribunnews.

Di sisi lain paket yang masuk dari luar ke Pangkalpinang justru lebih banyak. “Biasanya, satu minggu hanya satu truk untuk paket reguler. Sekarang bisa 2 truk yang masuk bahkan kadang menggunakan mobil Fuso besar,” jelasnya. Sebagian besar paket yang masuk ke Pangkalpinang ternyata berasal dari transaksi jual beli .

Loading...