Layani Pengiriman Barang, Biaya Cargo Air Asia Diklaim Lebih Murah dari Ekspedisi

Cargo Air Asia - indocargotimes.comCargo Air Asia - indocargotimes.com

Air selama ini dikenal sebagai berbiaya hemat atau Low Cost Carrier (LCC) yang melayani ke sejumlah destinasi dengan jatah bagasi gratis (domestik) hingga 15 kg. Selain penerbangan, pun sejak beberapa tahun lalu juga ingin mengembangkan sayap bisnisnya hingga ke jasa alias kargo udara. Bahkan kabarnya dibandingkan melalui perusahaan jasa ekspedisi, kargo Air Asia relatif lebih murah.

Bisnis cargo Air Asia yang mengusung nama Redbox ini diluncurkan sejak tahun 2018 lalu dan diklaim lebih murah 50% dari jasa pengiriman lainnya. Demi melancarkan usaha Redbox, maskapai asal Malaysia ini bekerja sama dengan perusahaan jasa pengiriman asal Singapura bernama R Box Asia Pte Ltd.

Bisnis di bidang kargo ini mulai dirambah karena Air Asia melihat adanya potensi yang besar dalam sektor jasa pengiriman barang. Terlebih karena pengiriman barang yang sebelumnya dilakukan oleh AirAsia hanya sebatas port to port atau dari bandara ke bandara.

“Kami lihat ada potensi, sudah ada alatnya. Selain itu juga kami memiliki kapasitas cukup banyak. Melihat kondisi itu, selain fasilitas port to port kami juga door to door,” ujar Direktur Komersial AirAsia Indonesia Andi Adrian, seperti dilansir Detik.

Sementara itu, Rifai Taberi, Head of Other Business Indonesia Air Asia mengungkapkan jika layanan terbaru ini dapat meningkatkan kapasitas angkut dari pesawat yang dioperasikan oleh Air Asia. Terlebih karena selama ini dalam setiap penerbangan kapasitas kargo Indonesia Air Asia hanya terisi kurang dari 50%. Namun Rifai enggan merinci berapa target kargo yang bakal dilayani menggunakan Redbox.

AirAsia berkomitmen untuk memberi harga yang kompetitif untuk jasa pengiriman menggunakan Redbox. “Baik dari sisi penumpang dan produk, siapapun mereka akan mendapat harga yang kompetitif. Karena kita punya armada sendiri,” ujar Andi.

Sebagai informasi, biaya cargo Air Asia dari ke tujuan seperti Kuala Lumpur, Malaysia untuk berat hingga 45 kg dibanderol dengan harga sekitar Rp 19 ribu per kilogram, kemudian ke Australia atau Seoul (Korea Selatan) Rp 30 ribu per kg untuk berat hingga 45 kg, dan ke Jepang sekitar Rp 31 ribu per kilo, belum termasuk biaya PPJK sebesar Rp 600 ribuan.

Loading...