Layani Merek Besar, Perusahaan ‘Siluman’ di Asia Berkembang Pesat

Largan Precision - en.ctimes.com.twLargan Precision - en.ctimes.com.tw

TAIPEI/MUMBAI/SHANGHAI – Dalam laporan terbaru Top 100 Asia300 Companies yang dirilis oleh , sejumlah perusahaan yang tidak memiliki nama besar ternyata memiliki yang cukup sukses, mengekor mereka yang lebih populer. Perusahaan-perusahaan ini membangun kekayaan mereka di belakang layar, dengan menyediakan dan yang memungkinkan -merek besar menguasai pasar.

Perusahaan ‘stealth’ seperti Largan Precision dan Eclat Textile telah membangun kekayaan mereka dengan menyediakan produk dan layanan yang memungkinkan pemain seperti Apple dan Nike mendominasi pasar . Kemampuan para pemasok ini untuk menghasilkan pertumbuhan yang solid, efisiensi, dan stabilitas menempatkan mereka cukup tinggi pada peringkat tahunan Nikkei Asia Review dari perusahaan-perusahaan terbesar dan paling cepat berkembang di Asia, di luar Jepang.

Largan, pemasok lensa kamera terkemuka di dunia, telah menjadi bagian penting dari rantai pasokan iPhone sejak awal. Perusahaan ini telah menyediakan lensa untuk setiap iPhone yang telah dikirimkan sejak gadget itu memulai debut pada tahun 2007. Saat ini, perusahaan juga memasok lensa ke smartphone Huawei, termasuk untuk P20 Pro, ponsel triple-kamera yang baru diluncurkan.

Largan kini telah mengklaim posisi teratas di peringkat tahunan Asia300 selama dua tahun berturut-turut. Perusahaan ini mendapatkan nilai yang baik di seluruh lima metrik, yaitu pertumbuhan rata-rata lima tahun pendapatan, laba bersih, laba atas ekuitas, margin laba bersih, dan rasio ekuitas pemegang saham terhadap total aset. Pendapatan dan labanya telah meningkat dua kali lipat selama lima tahun terakhir, dan margin laba bersih mencapai hampir 50% pada tahun lalu.

Sementara itu, Catcher Technology berada di peringkat ke-15 di peringkat Asia300, mengkhususkan diri dalam casing logam untuk perangkat elektronik dan merupakan perusahaan Taiwan pertama yang memproduksi massal casing menggunakan magnesium alloy. Catcher berkembang untuk menangani berbagai bahan logam lainnya dan akhirnya membentuk pijakan yang kuat di rantai pasokan iPhone dan MacBook.

Di sisi lain, TSMC, pemasok tunggal chip prosesor inti iPhone sejak 2016, masuk di urutan 4 pada peringkat Asia300. Selain tempat utama dalam rantai pasokan Apple, perusahaan juga memainkan peran penting bagi hampir semua pengembang chip dunia, termasuk Qualcomm, NVIDIA, Broadcom, hingga MediaTek. “TSMC adalah landasan dari seluruh industri teknologi, dan tidak ada perusahaan besar di dunia yang tidak bergantung pada TSMC,” tutur CEO NVIDIA, Jensen Huang.

Perusahaan ‘siluman’ Taiwan tidak terbatas pada para pemain teknologi. Sama seperti kebanyakan pengguna iPhone yang mungkin tidak pernah mendengar tentang Largan meski menggunakan lensanya setiap hari, banyak orang mungkin memakai Eclat Textile tanpa menyadarinya. Perusahaan ini membuat pakaian olahraga kelas atas untuk merek Nike dan Adidas hingga Ralph Lauren dan Under Armor, serta pakaian untuk merek pengecer seperti J.C. Penny dan Sears.

Strategi Eclat untuk tetap kompetitif adalah integrasi vertikal. Perusahaan tidak hanya menghasilkan 7,5 juta potong pakaian per bulan, tetapi juga mengembangkan 3.000 kain baru setiap tahun. Strategi ini telah memungkinkannya untuk mendiversifikasi basis dan menemukan bisnis baru di Eropa, Australia, dan di tempat lain.

Meski demikian, bukan berarti perusahaan ‘stealth’ Taiwan ini kebal dari tantangan. Di atas permintaan smartphone yang melambat, Largan menghadapi ancaman yang muncul dari saingan asal , termasuk Sunny Optical Technology Group, yang berharap menjadi pemasok Apple. Sementara, pesaing terbesar Catcher adalah Hon Hai Precision Industry, lebih dikenal sebagai Foxconn Technology Group, dan Pegatron.

Selain Taiwan, berbagai perusahaan ‘siluman’ juga dapat ditemukan di India, menyediakan layanan TI murah untuk perusahaan-perusahaan Barat. Sementara nama-nama seperti HCL Technologies, Tata Consultancy Services, dan Infosys mungkin tidak begitu bergema bagi kebanyakan orang AS, nama-nama klien mereka hampir pasti dikenal, mulai Walmart, General Electric, Volvo, dan Rolls-Royce Holdings. Bahkan, Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS menggunakan perusahaan India ini.

Seperti rekan-rekan mereka di Taiwan, perusahaan ‘siluman’ India mendapatkan nilai baik dalam semua lima metrik, terutama tinggi dalam ekuitas pemegang saham, yang di atas 75% untuk HCL, Tata Consultancy Services, dan Infosys. Akumulasi ekuitas yang tinggi ini telah mendorong banyak pembelian kembali saham sejak tahun lalu. HCL telah menghabiskan 35 miliar rupee untuk membeli kembali saham mereka, sementara Infosys membeli kembali sahamnya sendiri hingga 130 miliar rupee.

Perusahaan India memelopori ‘model pengiriman’ layanan TI, dengan proyek-proyek kompleks dipecah menjadi tugas-tugas yang lebih kecil yang dapat dilakukan oleh gabungan konsultan, beberapa bekerja di tempat dengan pelanggan, dan orang lain yang bekerja di luar lokasi. Metode ini memungkinkan mereka untuk menjaga biaya tetap rendah tanpa mengorbankan kualitas.

Di kawasan Asia Tenggara, produsen produk susu terbesar Vietnam, Vietnam Dairy Products, atau Vinamilk, menempati peringkat ke-16, terutama berkat 44% ROE-nya, merupakan tertinggi keenam di antara semua perusahaan Asia300. Jardine Cycle and Carriage, cabang Jardine Matheson Holdings yang terdaftar di Singapura, membayar 1,16 miliar AS untuk mengakuisisi 10% saham di Vinamilk pada November lalu. Perusahaan mengontrol sekitar 58% dari pasar Vietnam yang tumbuh cepat, yang merupakan rumah bagi 93 juta orang.

Namun, Steven Cochrane, kepala ekonom Asia Pasifik di Moody’s Analytics, mengatakan kepada Nikkei bahwa kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve telah memberi tekanan pada Asia. Selain itu, perang perdagangan yang diawali kebijakan Presiden AS, Donald Trump, tidak hanya akan memperlambat pertumbuhan global, juga pasti memukul -negara yang mengekspor banyak barang perantara yang masuk ke proses produksi global.

Loading...