Laris Saat Mendekati Ujian Nasional, Berapa Harga Buku Detik-Detik UN SMP/Mts 2017?

Toko Buku - (Sumber: franchiseindia.com)Toko Buku - (Sumber: franchiseindia.com)

Menjelang ujian, terlebih untuk ujian akhir , memang banyak persiapan secara teknis maupun non teknis yang harus dilakukan. Salah satu cara yang mutlak untuk ditempuh adalah dengan mempelajari beberapa buku panduan lengkap menjelang UN.

Di beberapa pusat perbelanjaan buku, seperti Gramedia menyediakan panduan buku lengkap mengenai UN. Buku-buku tersebut mengulas materi-materi yang sering dan diprediksi akan keluar pada saat pelaksanaan ujian tersebut. Bahkan beberapa buku panduan ujian tersebut dianggap terbaik dan best seller.

Berbagai jenis buku untuk persiapan UN memang selalu laris di pasaran maupun gerai toko buku. Sebut saja buku Detik-Detik Bahas Tuntas UN SMP/Mts 2013 IPA, karya Tim Grasindo dijual dengan harga murah yakni Rp24 ribuan. Sementara untuk judul buku Detik-Detik Bahas Tuntas UN SMP/Mts 2014 Matematika, dibanderol seharga Rp32.400. Namun juga terdapat buku terbitan Intan Pariwara dengan judul buku Detik-Detik UN SMP/Mts yang dibanderol lebih yakni Rp105 ribuan.

Ujian Nasional memang salah satu proses wajib yang harus dilalui oleh , baik SD, SMP, maupun SMA. Ujian ini dijadikan salah satu tolak ukur untuk meluluskan siswanya ke jenjang yang lebih tinggi. Ujian Nasional ini dilakukan secara serentak di seluruh di .

Dalam proses Ujian Nasional SMP 2017 ini juga menggunakan basis komputer, meski sedang dalam proses sinkronisasi. Namun berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan yang dikutip dari detik.com. Wilayah DKI merupakan daerah yang paling banyak menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer. Melalui situs tersebut diketahui bahwa sebanyak 92,04 persen SMP di sudah melakukan UNBK. Sedangkan 8,03 persen sisanya melaksanakan UNBK dengan menumpang di sekolah lain.

“Untuk yang UNBK dalam proses sinkronisasi, sebagian malah sudah selesai sinkronisasi,” tutur Nizam, Kepala Pusat Pendidikan (Kapuspendik) Kemdikbud, dilansir dari detik.com.

Selama ini memang Ujian Nasional identik dengan soal dalam bentuk pilihan ganda. Namun Kemdikbud menyebutkan bahwa soal UN pada tahun 2018 tidak lagi pilihan ganda melainkan esai. Pertimbanganya, hal itu akan menambah kualitas soal UN.

“Kami berusaha, mulai tahun depan soal UN tidak lagi pilihan ganda. Sehingga dapat mengukur level kognisi siswa lebih mendalam,” tambahnya.

Melalui soal UN esai, ungkapnya, diharapkan dapat mengukur ketuntasan belajar siswa. Meskipun saat ini, baik guru maupun siswa belum sepenuhnya menyadari bahwa UN dapat mengukur ketuntasan belajar siswa.

Loading...