Larangan Minyak Sawit Uni Eropa, Malaysia Tidak Ikut Perdagangan Bebas

Minyak Sawit - greenbelarus.infoMinyak Sawit - greenbelarus.info

KUALA LUMPUR – Uni dikabarkan akan mengesahkan rancangan proposal energi yang menghapus penggunaan bakar minyak (BBM) biodiesel berbahan minyak sawit (palm oil). Sebagai salah satu pengekspor minyak kelapa sawit, Malaysia menanggapi larangan tersebut dengan ancaman tidak ikut bebas dengan persekutuan Benua Biru.

“Tidak akan ada kesepakatan dari perundingan perdagangan bebas dengan Eropa jika isu kelapa sawit tidak terselesaikan,” ujar Menteri Malaysia, Mah Siew Keong, pada sebuah konferensi pada hari Selasa (6/3), seperti dikutip . “Dalam kasus perang dagang dengan Uni Eropa, Malaysia akan menanggapi dengan ‘bijaksana’.”

, yang mencakup 10 negara, dan Uni Eropa sejak tahun lalu mencoba menghidupkan kembali perundingan perdagangan, yang sempat ditangguhkan pada tahun 2009. Sejak saat itu, Uni Eropa telah memulai perundingan bilateral dengan masing-masing ASEAN. Namun, rencana terbaru UE untuk melarang penggunaan minyak sawit di BBM biodiesel mulai tahun 2021 telah mengubah segalanya.

“Thailand telah sepakat untuk bekerja sama dengan Malaysia dan Indonesia dalam menolak keputusan Uni Eropa,” sambung Mah. “Suara kolektif ketiga negara ASEAN telah menghasilkan kesimpulan bahwa tindakan mereka (Uni Eropa) tidak hanya bersifat diskriminatif, namun juga mengancam kehidupan jutaan petani kelapa sawit di ketiga negara.”

Malaysia sendiri telah melobi negara-negara Uni Eropa untuk menentang aturan tersebut. Pada bulan Februari, Belanda, tujuan ekspor terbesar minyak kelapa sawit dari Malaysia, mengatakan bahwa hal itu adalah tindakan diskriminatif. “Negara-negara Uni Eropa lainnya, termasuk Spanyol, Prancis, Swedia, dan Inggris juga berjanji untuk menentang larangan minyak sawit tersebut,” klaim Mah.

Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar kedua ASEAN dengan perdagangan bilateral antara dua blok, yang mencapai total 226,8 miliar euro (279,9 miliar dolar AS) pada 2017, meningkat 9,1 persen dari tahun sebelumnya, menurut statistik UE. Ekspor minyak sawit Malaysia ke Benua Biru tahun lalu mencapai 11 miliar ringgit, jauh di atas ekspor ke India yang sebesar 7,2 miliar ringgit.

Loading...