Lanjutkan Sentimen Positif RAPBN 2017, Rupiah Ditutup Terapresiasi 27 Poin

Jakarta – Dolar tampaknya masih belum mampu bangkit dari keterpurukan. Pada hari ini, Kamis (18/8) rupiah 0,21 persen atau 27 poin ke posisi Rp 13.120 per dolar AS. Berdasar data , pagi tadi rupiah dibuka dengan penguatan 0,24 persen atau 32 poin ke angka Rp 13.115 per dolar AS. Sedangkan pada pukul 09.30 WIB Garuda ke level Rp 13.104 per dolar AS.

Sepanjang hari ini rupiah diperdagangkan di angka Rp 13.094 – 13.122 per dolar AS. Penguatan nilai tukar rupiah ini bersamaan dengan menguatnya semua mata uang di usai dolar AS terpuruk karena berkurangnya ekspektasi investor atas kenaikan tahun ini menjelang rilis notulensi pertemuan Federal Reserve malam ini.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengungkapkan jika perhatian pasar kini sedang terfokus pada notulensi pertemuan FOMC, Kamis dini hari nanti.

“Saat ini peluang kenaikan FFR target masih di bawah 50%. Melihat data ekonomi AS yang belum solid, sepertinya sentimen akan cenderung dovish, sehingga tekanan pelemahan dolar akan berlanjut,” ujar Rangga.

Di samping itu, pidato Presiden Joko Widodo dalam RAPBN 2017 tentang asumsi makroekonomi juga semakin menambah sentimen pasar terhadap kekuatan rupiah. Lewat pidatonya, Presiden Jokowi memiliki target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2017 mendatang sebesar 5,3%.

“(Merespons) pidato ditambah rilis data ekonomi dalam negeri,” ujar Ekonom PT Bank Permata Tbk Joshua Pardede.

Sementara itu, menguat 0,25% terhadap dolar Amerika, ringgit Malaysia juga menguat 0,29%, baht Thailand terapresiasi 0,05%, dan peso Filipina menguat 0,57%.

Indeks dolar AS melemah 0,68 persen ke posisi 94,98 pada pukul 16.01 WIB.

Loading...