Lanjut Menguat di Awal Dagang, Rupiah Bergerak ke Level Rp 14.783/USD

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

Jakarta – rupiah mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (14/11), dengan penguatan sebesar 22 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp 14.783 per . Sebelumnya, Selasa (13/11), kurs Garuda berakhir terapresiasi 15 poin atau 0,10 persen ke level Rp 14.805 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,2 persen menjadi 97,351 pada pukul 19.30 GMT. Indeks dilaporkan menetap di posisi 97,57 pada Senin (12/11) yang tercatat sebagai level tertinggi indeks sejak Juni 2017, demikian seperti dilansir Marketwatch.

USD melemah lantaran posisi euro dan pound sterling kini sedang menguat menyusul tercapainya rancangan perjanjian Brexit antara Inggris dan Uni Eropa. Pertemuan kabinet dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/11) waktu setempat bagi para menteri untuk mempertimbangkan rancangan kesepakatan.

Kesepakatan tersebut secara luas dipandang sebagai kemajuan terbaru untuk mengamankan Inggris supaya tak melampaui batas waktu penarikan diri dari Uni Eropa pada 29 Maret tahun depan, usai berbulan-bulan terganjal konkret atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Di sisi lain, indeks dolar AS telah mengalami kenaikan hingga 5,7 persen sepanjang tahun ini, karena dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh . diprediksi kembali menaikkan suku bunga acuannya bulan depan dan 3 kali pada 2019. Suku bunga yang tinggi dinilai dapat mengatrol dolar AS dan menekan permintaan komoditas berdenominasi dolar AS.

Menurut Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, gerak rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen perkembangan perang dagang antara dengan China. “Rencana pertemuan petinggi kedua negara mendorong indeks AS menguat,” kata David Sumual, seperti dilansir Kontan.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong berpendapat jika para pelaku kini juga tengah menantikan rilis data neraca perdagangan Indonesia. pun menunggu pengumuman suku bunga acuan (BI).

Loading...