Langka & Dilindungi, Harga Kayu Ramin Tembus Rp 13 Jutaan/m3

kayuramin-tebangan-pohon

Ramin atau dengan beberapa nama daerah seperti gaharu buaya, ramin melawis, atau menameng termasuk salah satu spesies hutan yang dilindungi. Ramin termasuk jenis yang tumbuh di hutan alam rawa. Di Indonesia sendiri ramin hanya bisa ditemui di hutan rawa yang terdapat di Sumatera, Kepulauan Selat Karimata, dan Kalimantan.

Di Pulau Sumatera, kayu ramin banyak terdapat di daerah timur mulai dari Riau sampai Sumatera Selatan. Di Pulau Kalimantan, kayu ramin ada di kawasan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan sedikit Kalimantan Timur.

Kayu ramin memiliki ciri-ciri tinggi yang dapat mencapai 40 meter, panjang bebas cabang antara 10-30 meter, diameter mencapai 60 cm. Bentuk ramin sangat lurus, tajuknya kecil, bulat dan tipis. Kulit luarnya berwarna cokelat pirang, pecah-pecah kecil seperti sisik dan bisa menyebabkan gatal-gatal.

Menurut editor Eye on The Forest (EoF), Afdal, ramin sudah dari dulu digolongkan sebagai kayu komersial dan berharga tinggi. Tak heran jika ramin termasuk kategori kayu indah. Kayu jenis ramin memiliki tekstur halus dan cukup disukai di . Saat ini di pasar internasional menurutnya sudah mencapai USD 1.000 per m3 atau sekitar Rp 13,3 jutaan.

“Negara pengimpor jenis kayu ini antara lain , Amerika Serikat, Taiwan, , China, dan ,” ujar Afdal. Karena harga jual yang tinggi dan yang besar, maka hingga kini makin marak kegiatan penebangan liar di daerah hutan rawa gambut.

Sejak tahun 1990an kayu ramin dinyatakan sebagai spesies langka dan dilindungi secara internasional. Oleh sebab itu saat ini cukup sulit untuk mencari kayu ramin yang dijual secara bebas di pasaran. Kalaupun ada, pastinya akan dibanderol dengan harga yang sangat mahal.

Loading...