Lambat tapi Pasti, Rupiah Terapresiasi 15 Poin Pasca Rilis data Surplus Neraca Perdagangan oleh BPS

Jakarta – Kurs Rupiah ditutup 15 poin (0,11%) di level Rp 13.310 per AS pada penghujung Senin (16/5).

Awalnya, Rupiah dibuka 34 poin di level Rp 13.359 per Dolar AS. Namun, Rupiah perlahan menguatkan posisinya jelang rilis untuk April 2016 oleh Badan Pusat Statistik (). Rupiah mulai menanjak sejak pukul 11.00 WIB dan terus menambah poin seiring penguatan mayoritas mata uang Asia Tenggara lainnya meski terkesan lambat. Rupiah pun bergerak di kisaran level 13.301-13.360/ sepanjang perdagangan hari ini.

Sesuai harapan, Neraca Perdagangan Indonesia pada April 2016 tercatat mengalami sebesar USD 667,2 juta. Dikatakan oleh Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Badan Pusat Statistik (BPS), capaian nilai ekspor sepanjang April 2016 sebesar USD 11,45 miliar, melebihi nilai impor yang hanya mencapai USD 10,78 miliar.

“Sudah ada tren surplus, meskipun nilainya belum (terlalu besar),” ujarnya ketika dikonfirmasi di kantor BPS, Jakarta, Senin (16/5).

Ekspor terbesar disumbang oleh lemak dan nabati senilai USD 5,27 miliar dan bahan bakar mineral yang mencapai USD 4,33 miliar. Negara yang menjadi tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat dengan total nilai USD 4,97 miliar, atau sekitar 12,22% dari porsi keseluruhan ekspor.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada April 2016. Hasilnya, Rupiah terapresiasi 0,73% dengan kurs tengah eceran tertinggi terjadi pada minggu ke-2.

“Rupiah terapresiasi 0,73% terhadap dolar Amerika pada April 2016, dengan level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terjadi pada minggu kedua April 2016 yang mencapai Rp 13.119,71 per Dolar Amerika,” tutur Sasmito.

Selain merilis data ekspor-impor Indonesia dan nilai tukar eceran Rupiah untuk periode April 2016, BPS juga merilis data mengenai perkembangan upah pekerja/buruh di waktu yang sama.

Loading...