Lama Mengalami Undervalued, Rupiah Pantas untuk Menguat

rupiah melejit tinggi jelang pengumuman paket jilid ke-3 oleh Presiden. garuda sore ini (7/10) pada level Rp 13.821/USD, yakni terapresiasi 420 poin dari posisi penutupan di hari sebelumnya. Rupiah bahkan sempat singgah di posisi Rp 13.700-an dalam rentang pergerakannya hari ini.

Emerging Market menjadi lahan paling kondusif bagi Rupiah untuk menguat pada hari ini. Data dari Amerika Serikat yang menunjukkan hasil defisit menjadi alasan utama Rupiah untuk melambung naik. Belum lagi perihal sentimen negatif yang membayangi AS karena data ekonomi yang dirilisnya kemarin (6/10) membawa hasil mengecewakan.

Analis PT Fortis Asia Futures Deddy Yusuf Siregar menyatakan bahwa para berduyun-duyun kembali ke emerging market setelah melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed yang terasa makin mustahil. “Pelebaran defisit neraca perdagangan AS sangat besar dengan begitu investor mencari tempat lindung nilai yang aman yaitu emas serta kembali ke emerging market,” tuturnya pada sebuah media, hari ini (7/10).

Menyeimbangkan pernyataan Deddy, Toni Prasetiantono yang seorang pakar Ekonomi dari Universitas Gajah Mada (UGM) menganggap bahwa penguatan Rupiah kali ini masih wajar. Hal yang pantas untuk terjadi, mengingat Rupiah sudah terlalu undervalued akibat depresiasi parah beberapa bulan belakangan. “Saatnya rupiah kembali ke kisaran yang objektif sesuai fundamentalnya,” ujar Toni.

Loading...