Laju Mulai Membaik, Dolar AS Tantang Rupiah di Awal Pekan

Nilai tukar pada perdagangan Senin (4/4) diramal masih akan melanjutkan tren penguatannya. Namun, pergerakan mata uang Garuda mengalami tantangan seiring laju indeks yang mulai membaik.

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah dibuka menguat 9 poin atau 0,07% ke Rp13.158 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terapresiasi 32 poin atau 0,24% ke Rp13.136 per dolar AS pada pukul 08.15 WIB. Di sisi lain, indeks dolar AS juga terpantau menguat 0,02% ke level 94,641 pada pukul 06.37 WIB. Sebelumnya, dolar AS menutup perdagangan Jumat (1/4) dengan menguat 0,03% ke 94,619.

Meski mulai menguat, namun mata uang negeri Paman Sam diprediksi masih akan tertekan pada perdagangan hari ini. “Data yang semakin terkendali juga bisa menjadi penopang rupiah untuk semakin mantap di jalur penguatannya,” ujar Kepala Riset NH Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Reza menambahkan, rilis data Chicago PMI AS yang keluar pada pekan kemarin tercatat positif. Namun, hal tersebut menurutnya belum mampu menahan aksi yang dilakukan pelaku pada perdagangan kemarin.

“Terdapat banyak antisipasi pada data tingkat yang dirilis yang mengalami kenaikan serta beberapa laporan penggerak pasar lainnya,” imbuhnya. “Namun, saat ini cenderung menahan diri sehingga membuat laju dolar AS kembali tersendat.”

Ia pun berharap, hal tersebut memberikan imbas positif pada laju rupiah jelang kuartal II 2016. “Rupiah hari ini akan bergerak di level support Rp13.225 per dolar AS dan resisten Rp13.185 per dolar AS,” tebak Reza.

Senada, Analis Pasar Uang PT Tbk, Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan bahwa data-data ekonomi AS sebenarnya cukup beragam. “Tetapi, pelaku pasar sudah mengantisipasi jika The Fed belum akan menaikkan kembali dan hal ini membawa peluang penguatan rupiah pada awal pekan,” ujar Rully.

Loading...