Lagi, Rupiah Berbalik Turun di Akhir Dagang Saat Dolar Anjlok

Rupiah Melemah - tirto.id

Meski indeks AS bergerak turun pada perdagangan Selasa (6/3) ini, namun justru berbalik melemah setelah sempat rebound di awal transaksi. Menurut laporan Index pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda harus menutup perdagangan dengan pelemahan sebesar 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.776 per dolar AS.

Rupiah sebelumnya sudah berakhir terdepresiasi 5 poin atau 0,04% di posisi Rp13.762 per dolar AS pada tutup Senin (5/3) kemarin. Mata uang NKRI sempat rebound dengan dibuka menguat 21 poin atau 0,15% ke level Rp13.741 per dolar AS pagi tadi. Namun, selepas jeda siang, spot kembali berbalik melemah yang bertahan hingga akhir .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.750 per dolar AS, melemah 10 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.740 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,6% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,15% menghampiri yen Jepang.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya bergerak turun pada Selasa ini, dipicu kekhawatiran tentang perang dagang yang berasal dari usulan AS, , mengenai bea baja dan aluminium. Mata uang Paman Sam melemah 0,132 poin atau 0,15% ke level 89,948 pada pukul 10.52 WIB, namun masih tampil perkasa di hadapan yen.

Reuters memberitakan, greenback telah jatuh ke posisi terendah dalam 16 bulan terhadap yen pada akhir pekan lalu, karena kekhawatiran perang dagang setelah Trump mengumumkan rencananya untuk menerapkan tarif impor baja dan aluminium. Namun, kegelisahan telah mereda setelah pasar melihat usulan Trump lebih sebagai taktik negosiasi daripada sebuah proposal yang keras.

“Ada beberapa kelegaan dan pergeseran untuk mengambil risiko,” kata analis Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di Singapura, Teppei Ino. “Namun, pada grafik teknis, dolar AS tampaknya masih terjebak dalam tren penurunan terhadap yen. Dalam waktu dekat, kenaikan greenback mungkin akan ditutup pada sekitar level tertinggi yang sempat dicapai 21 Februari lalu, yaitu 107,905 yen.”

Dolar AS sempat terhuyung pada pekan lalu setelah adanya usulan kenaikan 25 persen dan 10 persen pada tarif impor baja dan aluminium. Namun, juru bicara Gedung Putih, Paul Ryan, Senin kemarin mendesak pemerintahan Trump untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut, dengan alasan bisa menimbulkan risiko terhadap ekonomi.

Loading...