Kurs Rupiah, Won Korea Selatan dan Dolar Singapura Diprediksi Paling Melemah di 2016

Semua 10 utama Asia diperkirakan oleh beberapa pengamat akan terpuruk terhadap dolar untuk tahun ketiga. Rupiah Indonesia, Korea Selatan dan diproyeksikan menjadi yang paling tersungkur pada 2016, sementara rupee India terlihat depresiasi tipis. Di kala Federal Reserve AS pada Rabu menunjukkan empat kenaikan suku bunga tahun depan, Taiwan memotong suku bunga pada hari Kamis (17/12). Para ekonom memperkirakan akan terjadi penurunan suku bunga di Cina, Korea Selatan, Thailand, India, dan Indonesia untuk memacu pertumbuhan.

Perlambatan Cina menyeret negara-negara Asia dengan hubungan perdagangan yang kuat dengannya. 11 Agustus lampau, devaluasi yuan menjadikan mendung prospek kurs yang telah menjadi sumber stabilitas di Asia selama krisis sebelumnya. Goldman Sachs Group Inc dan JPMorgan Chase & Co mengatakan pelemahan renminbi Cina akan menginfeksi nilai tukar di kawasan dan di pasar negara berkembang.

“Yuan Cina mengalahkan dolar AS sejauh ini dalam hal dampaknya terhadap mata uang Asia,” kata Claudio Piron, cco-head of Asian currency and rates strategy pada Bank of America Merrill Lynch di Singapura. “Asia memiliki kepekaan yang meningkat terhadap yuan, yang mewakili jalinan rantai pasokan di kawasan itu ke seluruh dunia.”

PBOC telah memotong suku bunga acuan yuan sebesar 1,3 persen pada Desember. Itu yang paling sejak Agustus tahun ini. Tingkat yuan Jumat 6,4814 terhadap dolar AS adalah yang terlemah sejak Juni 2011.

Indeks yang disusun oleh Bank for International Settlements menunjukkan yuan masih yang terkuat di antara 24 mata uang emerging-market dalam hal perdagangan-tertimbang setelah disesuaikan dengan inflasi, “menyakiti” daya saing ekspor .

Inc – pedagang terbesar di dunia, Bank of America, dan Nomura merekomendasikan menjual won dan dolar Taiwan terhadap greenback disebabkan hubungan ekonomi keduanya yang erat dengan Cina. Bank of America dan Nomura juga menyarankan menjual yuan offshore.

Ekonomi Cina menyumbang 34,3 persen dari total perdagangan Korea Selatan, menurut pialang , diikuti oleh Filipina pada 25 persen. Thailand, Malaysia dan Taiwan pada sekitar 22 persen masing-masing. Sekitar 19 persen dari perdagangan Indonesia adalah dengan Cina, dan kemerosotan harga global juga memberatkan rupiah Indonesia. Ekspor berkontraksi selama sembilan bulan tahun ini di Cina, 11 bulan di Korea Selatan, dan 10 bulan di Taiwan.

Meskipun yuan akan melemah tahun depan, depresiasi tajam oleh pihak berwenang Cina tidak dimungkinkan, menurut manajer keuangan Citigroup.

IMF memprediksi pertumbuhan di negara ekonomi berkembang di Asia akan melambat menjadi 6,4 persen tahun depan dari 6,5 persen pada 2015, dengan ekspansi China melambat menjadi 6,3 persen dari 6,8 persen. Itu berarti bank- Asia akan perlu untuk lebih menurunkan suku bunga sementara Fed secara bertahap mengencangkannya, mengakibatkan outflow dan mata uang melemah.

Tujuh dari 23 ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan diperkirakan menurunkan suku bunga utamanya oleh setidaknya 25 basis poin tahun depan dari rekor rendah 1,5 persen. Pelonggaran lebih lanjut juga diperkirakan di Indonesia, Thailand dan India.

Loading...